Makassar, CNN Indonesia --
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari ke depan setelah terjadi bencana banjir bandang nan merendam lima desa.
"Bupati Gorontalo Utara menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Gorontalo Utara melalui SK Nomor 116/V/2026 nan bertindak selama 30 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 24 Juni 2026," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (3/6).
Banjir bandang ini terjadi pada Selasa (26/5) akibat hujan berintensitas tinggi dan luapan Sungai Didingga dengan ketinggian air 40-200 sentimeter. Lima desa di Kecamatan Biau terdampak, ialah Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga, dan Luhuto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 2.817 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Tiga rumah dilaporkan hanyut, 20 unit rumah rusak berat, dan 826 unit rumah lainnya terdampak," ungkapnya.
Sementara ini, Tim BPBD Kabupaten Gorontalo Utara berbareng TNI, Polri dan pihak mengenai melakukan penanganan pascbanjir.
"Seluruh abdi negara tengah mendirikan dapur umum dan mendistribusikan logistik makanan bagi penduduk terdampak," katanya.
Meski demikian, kata Muhari, situasi saat ini di letak banjir dilaporkan air telah surut. Namun, material lumpur tetap menggenangi rumah dan akses jalan warga.
"Pembaruan kondisi banjir bandang di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, per Senin (1/6) dilaporkan bahwa banjir telah surut dan menyisakan material kayu serta lumpur di lingkungan permukiman penduduk terdampak," ungkapnya.
(mir/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·