Jakarta -
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) alias ID FOOD membukukan untung sebesar Rp 1,34 triliun pada tahun kitab 2025. Capaian ini berbalik dari sebelumnya rugi sebesar Rp 231 miliar pada tahun 2024.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan, realisasi untung tersebut juga mencapai 216% dari sasaran Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar Rp 621 miliar. Perbaikan profitabilitas didorong oleh kombinasi peningkatan keahlian operasional dan langkah perbaikan struktur keuangan.
Dari sisi operasional, Perseroan mencatat kenaikan penjualan gula seiring kenaikan volume produksi, realisasi perdagangan daging dan gandum, serta keahlian positif sejumlah Anak Perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, perbaikan keahlian dipengaruhi oleh restrukturisasi keuangan, optimasi aset, surplus revaluasi aset, serta pendapatan atas restrukturisasi pada sejumlah Anak Perusahaan. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat esensial finansial sekaligus memperbaiki kualitas keahlian secara bertahap.
"Pada tahun 2025, pendapatan konsolidasian Perseroan mencapai Rp 19,91 triliun, meningkat 55,5% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 12,80 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut menjadi salah satu aspek nan mendorong perbaikan keahlian Perseroan sepanjang tahun 2025," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Capaian aktivitas upaya tersebut juga tercermin pada raihan EBITDA alias untung sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Pada tahun 2025, EBITDA Perseroan mencapai Rp 899 miliar, meningkat 110,5% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 427 miliar.
Ghimoyo menyampaikan, peningkatan EBITDA memberikan ruang nan lebih baik bagi Perseroan untuk memperkuat keberlanjutan usaha.
"Kondisi ini memberikan ruang nan lebih baik bagi Perseroan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan tanggungjawab pembiayaan, sekaligus menjaga kapabilitas investasi dan pengembangan upaya secara berkelanjutan," jelasnya.
Perbaikan keahlian finansial tersebut melangkah seiring dengan membaiknya keahlian operasional pada sejumlah komoditas pangan. Dari sisi produksi, realisasi produksi gula pada 2025 mencapai 329.728 ton alias 103% dari sasaran sebesar 321.427 ton.
Pertumbuhan produksi tersebut turut mendorong keahlian penjualan gula, termasuk penjualan Gula Kristal Putih (GKP). Aktivitas upaya pangan lainnya juga mencatatkan perkembangan positif, nan antara lain tercermin dari keahlian Anak Perusahaan pada sektor perdagangan, peternakan, garam, perikanan, dan pertanian.
"Pertumbuhan pendapatan perlu mempunyai fondasi operasional nan kuat. Karena itu, kami terus mendorong sisi produksi, memperkuat penjualan dan distribusi, serta memastikan pengelolaan setiap komoditas dilakukan secara efektif dan efisien," kata Ghimoyo.
Memasuki tahun 2026, ID FOOD menjadikan capaian tahun kitab 2025 sebagai injakan untuk menjaga tren perbaikan keahlian dan pertumbuhan upaya secara berkelanjutan.
Fokus Perseroan diarahkan pada peningkatan produktivitas dan profitabilitas bisnis, optimasi aset, penguatan efisiensi dan tata kelola, serta pengembangan upaya nan bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan ekosistem pangan.
Kinerja nan kian membaik ini menjadi modal berbobot bagi perusahaan untuk terus berkontribusi mendukung program Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat sektor pangan guna mewujudkan swasembada pangan nasional.
(acd/acd)
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·