Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan tidak bakal ragu mengevaluasi hingga menghentikan ekspor gas ke negara-negara nan tidak kooperatif. Hal itu ditegaskan Bahlil seiring dengan upaya pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri dalam upaya survival mode.
Bahlil nan juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan bahwa hubungan kerja sama antarnegara kudu dilandasi oleh prinsip saling menghargai dan asas kesetaraan. Meski tidak menyebut secara gamblang negara mana nan dimaksud, Bahlil menekankan Indonesia hanya bakal bekerja sama dengan negara nan saling menghargai.
"Terkait dengan ketahanan daya kita, saya bakal melakukan pertimbangan perjanjian dengan negara-negara lain nan tidak kooperatif, nan tidak saling menghargai antara hubungannya sama negara. Ya, saya bakal melakukan pertimbangan dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka nan tidak menghargai Indonesia," ujar Bahlil dalam peresmian Penerimaan Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha South Hub, disiarkan daring, Kamis (22/10/2026).
Sebaliknya, Bahlil menegaskan pemerintah Indonesia tetap terbuka dan siap menjalin perjanjian pasokan gas baru bagi negara-negara nan menunjukkan sikap menghormati Indonesia. Ia menyindir pihak asing nan baru mendekat saat memerlukan pasokan daya tanpa menunjukkan etika diplomasi nan baik.
"Tapi jika negara-negara nan menghargai Indonesia, nan kita saling menghargai, maka sekalipun mereka tidak punya kontrak, kita bakal membikin perjanjian dan kita bakal kasih kepada mereka. Itulah asas kesetaraan," imbuhnya.
Bahlil menggarisbawahi bahwa kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan berat nan mengorbankan nyawa, darah, dan air mata. Oleh karena itu, dia menolak keras jika ada negara lain nan memandang sebelah mata alias merasa lebih dahsyat dibanding Indonesia.
Sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh hasil kekayaan sumber daya alam minyak dan gas bumi nasional diprioritaskan terlebih dulu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (survival mode). "Sudah jelas arahnya adalah sumber daya alam kita, kita bakal pakai untuk kepentingan domestik terlebih dahulu. Ini survival mode," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·