Bahlil soal Fahd Arafiq Tersangka Korupsi BPN: Musibah, Kami Hargai Proses Hukum

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia merespons status Fahd Arafiq alias Fahd el Fouz sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN. Bahlil menyebut kasus nan menjerat kader Golkar tersebut sebagai sebuah musibah bagi partai.

Bahlil mengatakan Golkar merasa terpukul atas perkara tersebut. Namun, dia menegaskan Golkar bakal tetap menatap ke depan dan menghormati proses norma nan sedang berjalan.

"Jadi gini, nan pertama jika teman-teman menganggap tentang Golkar ya, ada kadernya, kami menganggap ini sebuah musibah. Dan kami merasa ya terpukul, tapi kita Golkar bakal menatap ke depan. Ini adalah sebuah musibah nan sudah peralatan tentu tidak semua orang menginginkan ini, ya," kata Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9).

Menurut Bahlil, Golkar merupakan partai dengan banyak kader sehingga pihaknya tidak dapat mengontrol tindakan setiap kader secara satu per satu. Meski demikian, dia menekankan pentingnya menghormati proses hukum.

"Kami selalu menatap ke depan sebagai partai nan pengalaman, sebagai partai nan banyak kadernya, memang kita juga tidak bisa mengontrol satu dengan satu ya. Tapi nan terpenting adalah kita menghargai proses norma nan berlaku," ujarnya.

Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz namalain Fahd Arafiq (kanan) melangkah menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Bahlil menegaskan Golkar menjunjung tinggi proses norma dalam perkara nan tengah dihadapi Fahd. Dia meminta seluruh proses tersebut dibiarkan melangkah dan dihormati dengan baik.

"Kita menjunjung tinggi dan biarkanlah semua proses norma itu kita hargai dengan baik. Ya," kata Bahlil.

Saat ditanya mengenai status keanggotaan Fahd Arafiq di partai Golkar, termasuk kemungkinan pemecatan, Bahlil tidak memberikan jawaban.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan