
Ilustrasi.
JAKARTA – Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk memperluas persenjataan nuklirnya dan berpotensi melanjutkan beberapa corak uji coba nuklir bawah tanah. Hal ini dilaporkan New York Times pada Senin (9/2/2026), di saat perjanjian pengendalian senjata nuklir utama antara AS dan Rusia, nan dikenal sebagai New START, berakhir.
New York Times melaporkan bahwa pernyataan baru-baru ini dari para pejabat senior menunjukkan Washington sedang meninjau opsi untuk mengerahkan senjata nuklir tambahan dan mempersiapkan kemungkinan pengetesan ulang. Langkah-langkah ini bakal menandai perubahan signifikan dari kebijakan AS selama beberapa dasawarsa nan bermaksud membatasi dan mengurangi hulu ledak nan dikerahkan.
Laporan tersebut muncul menyusul berakhirnya perjanjian New START, nan telah membatasi jumlah hulu ledak strategis nan dikerahkan untuk AS dan Rusia sekitar 1.550. Trump menolak perpanjangan informal nan diusulkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara kedua pihak mempertimbangkan untuk menegosiasikan perjanjian pengganti.
Thomas DiNanno, wakil menteri luar negeri untuk pengendalian senjata dan keamanan internasional, mengatakan dalam forum perlucutan senjata di Jenewa bahwa perjanjian nan telah berhujung tersebut memberikan "kendala sepihak" pada Washington, dan menegaskan AS sekarang bebas memperkuat pencegahan nuklir.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·