Arya Wedakarna Siap Penuhi Panggilan BK DPD soal Hadiri Acara LBGT Thailand

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III Foto: Dok. DPD RI

Anggota DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, menyatakan siap memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPD RI.

Pemanggilan tersebut mengenai penjelasan atas kehadirannya dalam aktivitas Miss Equality World di Bangkok, Thailand, nan belakangan menuai sorotan publik.

Arya menegaskan, sebagai senator nan alim aturan, dirinya menghormati penuh keputusan BK DPD. Menurutnya, forum etik tersebut justru menjadi ruang nan tepat baginya untuk meluruskan segala polemik nan berkembang di masyarakat.

“Ya, sebagai personil nan baik dan alim patokan tentu bakal siap. Dan memang kudu kita hargai, lantaran forum BK bagus untuk menjelaskan dan penjelasan semua perihal nan ada,” ujar Arya saat dihubungi, Jumat (4/9).

Politikus nan sudah menjabat sebagai senator selama tiga periode sejak 2014 ini mengeklaim sangat memahami sistem kerja di internal parlemen. Terlebih, dia mengaku pernah menjadi bagian dari perangkat kelengkapan majelis penegak etik tersebut.

“Sebagai personil DPD RI tiga periode sejak 2014 tentu memahami sistem internal nan ada. Dulu AWK juga pernah jadi personil BK dan sudah mengerti SOP,” tuturnya.

Bagi Arya, pemanggilan penjelasan ini bukan ancaman, melainkan wadah komunikasi nan sehat sesama personil dewan.

“Bagus kok untuk silaturahmi dan forum komunikasi antar-Senator RI. Astungkara, kami siap hadir,” pungkas Arya.

Sorotan Etik dan Polemik Pendampingan TNI

Rencana pemanggilan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua BK DPD RI, Hasby Yusuf.

Dalam proses penjelasan kelak BK DPD bakal menilai dua aspek utama meliputi tujuan dan kronologi hadirnya Arya pada aktivitas tersebut dan pendampingan personil TNI beratribut selama acara.

“Menjadi personil DPD RI berfaedah membawa standar kehormatan kedudukan dalam setiap ruang publik. Tetapi Badan Kehormatan juga tidak boleh mengambil konklusi hanya berasas foto, video, alias pemberitaan. nan kudu dilihat adalah fakta, kapabilitas kehadiran, konteks kegiatan, dan apakah terdapat ketentuan etik nan dilanggar, ujar Hasby dalam keterangan pers, Kamis (3/9).

Dalam wawancara terpisah sebelumnya, Arya sempat membantah tudingan bahwa dirinya datang membawa nama lembaga DPD RI maupun sengaja menghadiri agenda LGBT. Arya menegaskan kehadirannya murni sebagai tokoh budaya Bali guna mempromosikan pariwisata.

“Saya nan pasti kemarin aktivitas nan di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu. Jadi sebagai tokoh Bali, tidak ada kaitan sama kedudukan saya di mana pun,” ungkap Arya saat dihubungi pada Rabu (2/9).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan