Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja lebih profesional, berintegritas, dan menghadirkan akibat nan betul-betul nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam rapat koordinasi Menteri Sosial dengan para SDM PKH nan digelar secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026). Rapat diikuti lebih dari 6.000 Ketua Tim Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi PKH dari seluruh Indonesia.
Gus Ipul didampingi Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal dan Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan.
Gus Ipul menegaskan bahwa status pendamping PKH saat ini sebagai ASN PPPK merupakan corak kepercayaan negara nan kudu dijaga dengan keahlian nan baik dan penuh tanggung jawab.
“Luar biasa kehormatan negara terhadap kita. Luar biasa kepercayaan Presiden kepada kita. Untuk itu tidak ada pilihan lain, ini kudu kita balas dengan kerja nan benar, kerja nan baik, kerja nan terukur, kerja nan profesional,” ujarnya.
Gus Ipul mengapresiasi para pendamping nan selama ini telah bekerja mendampingi family penerima faedah (KPM). Namun, dia juga mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap patokan tidak bakal ditoleransi.
“Kami sama sekali tidak mau ada para pendamping PKH nan diberikan sanksi, tetapi kita tahu bahwa ada hal-hal nan tidak boleh dilanggar,” tegasnya.
Sepanjang tahun 2026, tercatat puluhan kasus pelanggaran pendamping PKH dalam beragam kategori disiplin, mulai dari teguran hingga proses pemberhentian. Hal ini, menurut Gus Ipul, menjadi sirine krusial agar seluruh pendamping menjaga disiplin dan integritas.
Gus Ipul dalam arahannya kembali menegaskan tiga mandat utama Presiden kepada Kementerian Sosial, ialah pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran support sosial tepat sasaran, serta penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Ia menekankan, pendamping PKH mempunyai peran kunci dalam memastikan ketiga mandat tersebut melangkah di lapangan.
“Pendamping PKH adalah penentu keberhasilan program prioritas Presiden. Pendamping PKH adalah wajah negara di hadapan rakyatnya,” katanya.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa pendekatan penanganan kemiskinan tidak hanya sebatas penyaluran support sosial, tetapi kudu mendorong perubahan kondisi family secara bertahap, mulai dari mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, hingga memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Gus Ipul menekankan pentingnya pendekatan dalam konteks pemberdayaan berupa 3A, ialah Ability, Asset, dan Accessibility. Pendamping diminta tidak hanya menjalankan pertemuan rutin, tetapi aktif mengarahkan KPM untuk mengikuti pelatihan, mengakses kesempatan usaha, serta meningkatkan kapabilitas diri mereka.
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan 8 pengarahan tegas nan kudu menjadi pegangan para pendamping PKH. Yaitu memegang integritas tanpa kompromi, memastikan DTSEN jeli dan jujur, mewujudkan bansos tepat sasaran, menjaga proses penjangkauan Sekolah Rakyat tetap bersih, mendorong graduasi KPM, datang lebih awal di tengah masyarakat, bekerja secara profesional, serta memastikan setiap kerja berakibat nyata.
“Ukur keberhasilan bukan dari laporan, tapi dari perubahan hidup rakyat,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Gus Ipul membujuk seluruh pendamping PKH untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas.
“Beragam latar, satu barisan,” serunya, disambut serempak oleh para pendamping PKH dari seluruh Indonesia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·