Salah satu puskesmas di Jakarta.(Dok. PPID Jakarta)
ANGGOTA Komisi E DPRD DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti, meminta seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Jakarta untuk bersiaga mengantisipasi penyebaran Influenza A. Selain kesiapan medis, puskesmas diharapkan proaktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat guna menekan akibat penularan.
“Puskesmas kudu menjadi tembok terdepan melalui penemuan dini, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta edukasi pencegahan penularan,” ujar Zahrina dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (22/10).
Zahrina memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nan telah memperkuat sistem pengawasan dan pencatatan (surveilans) terhadap kasus Influenza A. Namun, dia menekankan bahwa penguatan di tingkat akomodasi kesehatan pertama sangat krusial, terutama dalam penyampaian info nan sigap dan jeli agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah warga.
“Warga tidak perlu panik, tetapi kudu tetap waspada. Deteksi awal dan info nan jeli menjadi kunci penanganan,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dan disiplin menggunakan masker saat beraktivitas, terutama bagi mereka nan mulai merasakan indikasi sakit. Kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan jika kondisi memburuk menjadi aspek krusial dalam memutus rantai penularan.
Langkah Strategis Dinas Kesehatan DKI
Merespons situasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah melakukan pemantauan berkala melalui kajian tren kasus dan pemeriksaan laboratorium. Langkah ini bermaksud untuk memetakan pola peningkatan kasus serta mengidentifikasi subtipe virus influenza nan tengah beredar.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa pihaknya terus memastikan kesiapan jejaring akomodasi pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Hal ini mencakup:
- Optimalisasi jasa sentinel Influenza-Like Illness (ILI).
- Peningkatan kapabilitas pemeriksaan laboratorium.
- Ketersediaan obat-obatan dan perangkat kesehatan.
- Kesiapan tenaga kesehatan dan ruang perawatan.
- Penguatan sistem rujukan jika terjadi lonjakan kebutuhan pelayanan.
Ani menambahkan bahwa upaya pencegahan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan edukasi masif kepada publik. Meski kewaspadaan ditingkatkan, dia mengingatkan bahwa pada prinsipnya sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan berdikari nan tepat dan rehat nan cukup. (AntH-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·