Antartika Timur Mencair Lebih Cepat, Permukaan Laut Global Terancam

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Antartika Timur Mencair Lebih Cepat, Permukaan Laut Global Terancam Penelitian iC3 Polar Research Hub mengungkap saluran bawah es Antartika Timur mempercepat pencairan hingga 10 kali lipat.(Dok. California Institute of Technology)

WILAYAH Antartika Timur nan selama ini dianggap sebagai tembok es paling stabil di bumi rupanya menyimpan kerentanan besar akibat adanya saluran tersembunyi di bawah permukaannya. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa saluran-saluran ini menjebak air laut hangat dan mempercepat pengikisan es jauh melampaui prediksi model suasana saat ini.

Penelitian nan dilakukan oleh iC3 Polar Research Hub di Tromsø, Norwegia, menunjukkan bahwa struktur bawah Lapisan Es Fimbulisen mempunyai parit-parit panjang nan aktif menjebak panas laut. Mekanisme ini menyebabkan tingkat pencairan di dalam saluran meningkat hingga satu orde magnitudo alias 10 kali lipat dibandingkan area dengan permukaan halus.

Tore Hattermann, pemimpin penelitian tersebut, menjelaskan bahwa corak bagian bawah lapisan es berkedudukan aktif dalam proses kerusakan ini.

"Kami menemukan bahwa corak bagian bawah lapisan es bukan sekadar fitur pasif. Ia dapat secara aktif menjebak panas laut tepat di tempat di mana pencairan tambahan paling berdampak," tegas Hattermann.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas struktural Antartika Timur. Jika saluran-saluran tersebut terus melebar dan mendalam, lapisan es dapat pecah dan kehilangan fungsinya sebagai penahan gletser raksasa di daratan.

Tanpa penahan tersebut, gletser bakal meluncur lebih sigap ke samudera dan memicu kenaikan permukaan air laut dunia secara signifikan.

Peneliti lainnya, Qin Zhou, menambahkan bahwa temuan ini membuktikan wilayah nan dianggap dingin pun bisa sangat rapuh. "Apa nan mengejutkan adalah bahwa aliran masuk air dalam nan lebih hangat, apalagi dalam jumlah sedang, dapat memberikan akibat besar ketika dasar lapisan es mempunyai saluran," ungkapnya.

Studi nan diterbitkan dalam jurnal Nature Communications ini sekaligus menjadi peringatan bagi para kreator kebijakan. Model suasana dunia saat ini dinilai belum memperhitungkan sistem saluran bawah es tersebut, sehingga proyeksi kenaikan air laut nan ada sekarang kemungkinan besar terlalu rendah dari ancaman nan sebenarnya.

Fakta Utama Detail Temuan
Lokasi Penelitian Lapisan Es Fimbulisen, Antartika Timur
Lembaga Riset iC3 Polar Research Hub, Norwegia
Kecepatan Mencair Hingga 10 kali lipat di area saluran bawah es
Dampak Global Potensi kenaikan permukaan air laut nan lebih cepat

(Earth/Science Daily/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia