Jakarta -
Rencana pembangunan flyover Padang Luar, Kabupaten Agam, terancam batal. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan Pemerintah Kabupaten Agam tidak bisa menyiapkan anggaran pembebasan lahan nan dibutuhkan untuk proyek tersebut.
Kabar tersebut disampaikan Andre setelah menemui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di instansi Kementerian PU, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Andre mengatakan kebutuhan pembebasan lahan untuk pembangunan flyover tersebut nyaris mencapai Rp 100 miliar.
"Saya kudu memberikan berita kurang baik. Flyover Padang Luar kemungkinan kita bakal berakhir untuk membangun. Karena rupanya dibutuhkan pembebasan lahan nan nyaris menghabiskan anggaran Rp 100 miliar," kata Andre dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mohon maaf, rupanya Pemerintah Kabupaten Agam tidak bisa menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan," lanjut dia.
Andre sebelumnya mendorong pemerintah pusat agar pembangunan flyover Padang Luar direalisasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan mengurai persoalan lampau lintas di area tersebut. Namun persoalan pembebasan lahan menjadi syarat krusial nan kudu diselesaikan sebelum pembangunan bentuk dapat dilakukan.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah pusat tetap membuka kemungkinan pembangunan tersebut diprioritaskan kembali pada masa mendatang. "Kita lihat ke depan. Kalau memang nan dibutuhkan masyarakat Agam ke depannya, mungkin hari ini belum, ke depan pasti kita bakal prioritaskan," imbuh Dody.
Andre pun menegaskan persoalan tersebut menjadi catatan krusial dalam upaya mendorong pembangunan prasarana di Sumatera Barat. Menurutnya, support pemerintah wilayah dalam menyiapkan kebutuhan lahan menjadi salah satu kunci agar proyek pemerintah pusat dapat direalisasikan "Ini menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah pusat siap membangun, tetapi persoalan pembebasan lahan kudu diselesaikan," ujarnya.
(maa/gbr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·