Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |20:57 WIB

Andalkan APBN, Wamenkeu Buka-bukaan Dampak Perang AS-Israel Vs Iran ke Ekonomi RI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyatakan kondisi fiskal Indonesia siap merespons gejolak global, termasuk bentrok bersenjata antara AS-Israel dan Iran nan sedang berlangsung. Juda merujuk pada postur APBN dan sejumlah parameter makro perekonomian nasional nan dianggap tetap bisa resiliensi.
"APBN kita itu memang didesain dengan prinsip prudent, fleksibel. Kami memastikan bahwa defisit di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio sekitar 40 persen. Fleksibel, artinya termasuk jika terjadi shock-shock nan berasal dari global," ujar Juda dalam forum obrolan ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Meski demikian, Juda menitikberatkan inflasi nilai minyak bakal berpotensi membesar akibat Iran memblokade Selat Hormuz. Dampaknya nilai tukar Rupiah, terutama terhadap dolar AS juga tak bakal terelakkan, sehingga, ada tekanan pada ruang fiskal nasional.
"Satu dolar kenaikan ICP (Indonesian Crude Price) itu menyebabkan kenaikan defisit Rp6,8 triliun. Kemudian Rp100 per USD pelemahan nilai tukar itu dampaknya sekitar Rp0,8 triliun. Dan kepada yield juga bakal menambah sekitar Rp1,9 triliun (ketika naik 0,1 persen), budget defisit," urai Juda.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·