Hujan deras disertai petir dan angin kencang melanda area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi nyaris setiap siang dan sore hari belakangan ini.
Seperti nan terjadi pada Minggu (12/4), hujan deras mengguyur area Jakarta dan sekitarnya di sore hari. Imbasnya, banjir, pohon tumbang dan salah satu papan iklan di Tol Dalam Kota ambruk.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Dr. Andri Ramdhani, M.Si, menjelaskan cuaca ekstrem nan terjadi di sejumlah wilayah Jabodetabek pada hari Minggu, 12 April 2026, dipicu tetap aktifnya beberapa dinamika atmosfer nan mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan, ialah aktifnya gelombang Mixed Rossby Gravity (MRG).
"Terdapatnya belokan angin di bagian selatan Jakarta, serta kondisi atmosfer nan labil dan aktivitas konvektif nan tinggi terutama pada siang hingga sore hari," kata Andri kepada kumparan, Senin (13/4).
Wilayah Jabodetabek sesuai prediksi BMKG, tetap berada pada fase transisi musim, dengan awal musim tandus mulai dari wilayah utara kemudian bersambung ke wilayah selatan, nan berjalan secara berjenjang pada periode April-Mei.
"Adapun puncak musim tandus diprediksi terjadi pada bulan Agustus," ucap Andri.
13-16 April Diprediksi Hujan Sedang-Lebat
Andri mengatakan dalam sepekan ke depan, wilayah Jabodetabek tetap berpotensi hujan sedang-lebat nan dapat disertai kilat alias petir dan angin kencang, pada 13–16 April 2026, terutama di wilayah bagian selatan Jabodetabek.
"Kondisi ini merupakan karakter umum pada fase transisi musim, di mana cuaca condong bergerak dengan pola pagi hingga siang hari relatif cerah dan panas, kemudian berkembang menjadi hujan pada sore hingga malam hari akibat pemanasan permukaan nan kuat," jelasnya.
Pada periode ini juga sering muncul kejadian cuaca ekstrem berdurasi singkat seperti hujan lebat, petir, angin kencang, apalagi hujan es.
Sementara itu, pada tanggal 17–19 April potensi hujan condong menurun, meskipun tetap terdapat kesempatan hujan dengan intensitas ringan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada ketika terjadi hujan es, hujan lebat, petir, dan angin kencang, dengan segera mencari tempat berlindung nan aman.
"Hindari berlindung di bawah pohon, baliho, alias gedung nan mudah roboh, serta membatasi aktivitas di luar ruangan selama cuaca ekstrem tetap berlangsung. Apabila sedang berkendara, sebaiknya menepi di letak nan kondusif sampai kondisi cuaca membaik," katanya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau info prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal info BMKG.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·