Alergi susu sapi merupakan salah satu jenis alergi yang cukup sering ditemukan pada anak. Namun, tidak sedikit orang tua nan mengira gejalanya hanya berupa ruam pada kulit. Padahal, alergi susu sapi dapat memengaruhi beragam sistem tubuh, mulai dari kulit, saluran pencernaan, hingga saluran pernapasan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K), menjelaskan bahwa indikasi alergi susu sapi sangat beragam dan dapat berbeda pada setiap anak.
Gejala Alergi Susu Sapi pada Kulit
Salah satu indikasi nan paling mudah dikenali adalah gangguan pada kulit. Anak dapat mengalami ruam nan muncul berulang kali dan biasanya disertai rasa gatal.
"Gejala alergi susu api itu sangat beragam, mulai dari bisa kena ke kulit, nan awalnya bisa ruam-ruam. Biasanya ruam-ruamnya tidak hanya ruang merah, tapi biasanya disertai rasa gatal dan itu lenyap timbul," tutur dr. Molly dalam aktivitas Talkshow Jelang World Allergy Week 2026, berbareng Sarihusada di Jakarta Selatan, Kamis (11/6).
Selain ruam, anak juga bisa mengalami biduran alias kaligata nan dalam istilah medis disebut urtikaria. Kondisi ini ditandai dengan bentol-bentol kemerahan nan terasa gatal dan dapat muncul di beragam bagian tubuh.
Bisa Menyerang Pencernaan dan Saluran Pernapasan
Selain kulit, alergi susu sapi juga dapat memengaruhi sistem pencernaan. Salah satu indikasi nan paling sering ditemukan adalah regurgitasi berulang alias nan lebih dikenal sebagai gumoh. Meski gumoh umum terjadi pada bayi, orang tua perlu waspada jika kondisi tersebut terjadi berulang dan disertai indikasi lain.
“Yang paling sering adalah regurgitasi berulang alias nan kita kenal dengan istilah gumoh,” sambungnya.
Anak dengan alergi susu sapi juga dapat mengalami diare, konstipasi alias sembelit, hingga buang air besar nan disertai darah. Kondisi terakhir perlu mendapatkan perhatian medis lantaran dapat menandakan adanya peradangan pada saluran cerna.
Tak hanya itu, indikasi alergi susu sapi juga bisa muncul pada saluran pernapasan. Anak dapat mengalami batuk, pilek tanpa demam, alias bunyi napas bersuara "ngik" (mengi).
Menurut dr. Molly, gejala-gejala tersebut sering kali saling tumpang tindih. Artinya, satu anak bisa mengalami satu indikasi saja, tetapi ada juga nan mengalami kombinasi indikasi pada kulit, pencernaan, dan saluran pernapasan sekaligus.
Karena gejalanya beragam dan menyerupai kondisi kesehatan lain, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan master andaikan menemukan keluhan nan berulang alias menetap pada anak. Dengan pemeriksaan nan tepat, penanganan alergi susu sapi dapat dilakukan lebih awal sehingga kesehatan dan tumbuh kembang anak tetap terjaga.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·