BGN Mau Kurangi Jumlah Penerima MBG, Pelajar SMA Elit Tak Lagi Dapat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) bakal melakukan penataan penerima faedah program makan bergizi cuma-cuma (MBG), salah satunya dengan mengeluarkan penerima nan selama ini masuk kategori mampu.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, penerima nan bakal dievaluasi menjadi penerima MBG adalah kalangan pelajar SMA elit nan selama ini mendapatkan duit saku dari orang tuanya hingga Rp 100 ribu per hari.

"Contohnya, siswa SMA mungkin tidak perlu lagi menerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Apalagi SMA-SMA nan high class, nan duit saku siswanya sudah Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per hari. Mereka mungkin tidak perlu lagi menerima program ini," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, di DPR RI, dikutip dari laporan detikcom, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, dengan mengurangi jumlah penerima faedah kategori siswa SMA kelas atas bakal memangkas sekitar 8 juta penerima.

Meski dilakukan pengurangan jumlah penerima, Agustina memastikan, program MBG tidak bakal mengalami pengurangan prinsip peningkatan gizi kepada penerima faedah nan layak menerima.

"Dari simulasi sementara, jumlah penerima faedah dapat berkurang sekitar 8 juta orang. Namun kami tidak menghilangkan prinsip intervensi gizi nan dilakukan pemerintah," tegasnya.

Agustina menjelaskan, upaya refocusing penerima ini dilakukan agar penerima faedah MBG tepat sasaran. BGN pun telah melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan dan kementerian/lembaga lainnya untuk merealisasikan upaya ini.

"Refocusing ini diperlukan agar support pemerintah lebih tepat sasaran, sehingga tujuan peningkatan gizi tetap tercapai dengan penggunaan anggaran nan lebih efisien," jelasnya.

Pengurangan penerima faedah ini dia tegaskan bakal berakibat pada kebutuhan anggaran program MBG, dengan begitu, pagu sugestif BGN pada 2027 nan sebelumnya mencapai sekitar Rp 270,2 triliun untuk melayani 81,5 juta penerima faedah tetap bakal dievaluasi.

Agustina menegaskan, pemerintah tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran seiring proses refocusing nan dilakukan berbareng Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

"Yang jelas bakal ada efisiensi lagi. Kami tetap meng-exercise berapa nan bisa kita efisiensikan lagi. Tujuannya agar intervensi gizi tetap tercapai, tetapi penerima manfaatnya lebih fokus," ujar dia.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News