Ilustrasi(magnific)
BANYAK orangtua merasa cemas ketika buah hati mereka didiagnosis mempunyai alergi terhadap protein susu sapi. Salah satu kekhawatiran nan sering muncul adalah apakah sang anak juga kudu menghindari konsumsi daging sapi. Menanggapi perihal tersebut, Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, dr. Molly Dumakuri Oktarina, Sp.A(K), memberikan penjelasan nan menenangkan bagi para orang tua.
Lulusan Universitas Indonesia tersebut menegaskan bahwa anak nan mempunyai alergi terhadap susu sapi pada dasarnya tetap diperbolehkan mengonsumsi daging sapi sebagai sumber protein hewani. Menurutnya, reaksi alergi terhadap protein susu tidak serta-merta membikin anak alergi terhadap dagingnya.
"Alhamdulillah tidak (alergi daging sapi). Jadi jika alergi terhadap protein susu sapi, hanya protein susu sapinya saja, dagingnya tidak. Jadi tetap bisa makan daging," ujar Molly dalam sebuah sesi obrolan di Jakarta, Kamis (11/6).
Faktor Genetik dan Risiko Alergi pada Anak
Selain meluruskan persepsi mengenai konsumsi daging, Molly juga memaparkan bahwa aspek genetik alias riwayat family memegang peranan krusial dalam menentukan besarnya akibat alergi pada anak. Risiko ini bakal meningkat secara signifikan tergantung pada kondisi kesehatan orang tua maupun kerabat kandung.
Berikut adalah tabel perkiraan akibat alergi pada anak berasas riwayat family menurut penjelasan dr. Molly:
| Salah satu orangtua alias kerabat kandung mempunyai riwayat alergi | 20% – 40% |
| Kedua orangtua mempunyai riwayat alergi | 40% – 60% |
| Kedua orangtua mempunyai indikasi alergi nan sama (misal: keduanya asma) | Hingga 80% |
| Orangtua tidak mempunyai riwayat alergi sama sekali | Sekitar 5% |
Pemicu dan Langkah Pencegahan
Lebih lanjut, Molly menjelaskan bahwa munculnya indikasi alergi biasanya dipicu oleh kombinasi dua aspek utama: riwayat genetik dan paparan lingkungan (alergen). Jika seorang anak mempunyai talenta alergi namun tidak terpapar pemicunya, alias sebaliknya, maka indikasi alergi condong susah muncul.
Sebagai langkah mitigasi, Molly menekankan pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai tembok pertahanan utama dalam mencegah alergi pada anak. Selain nutrisi, aspek proses persalinan juga turut memengaruhi profil mikrobiota dalam tubuh anak.
"Cara persalinan itu berpengaruh pada mikrobiota baik pada anak. Mikrobiota nan baik dapat mempercepat alias membantu pemaparan sistem imun sehingga dapat mencegah kejadian alergi di masa depan," pungkasnya. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·