Taufik Fajar
, Jurnalis-Senin, 09 Februari 2026 |12:53 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pilar utama pengembangan jagung dan bawang putih nasional, sekaligus pedoman pengembangan industri pakan ternak, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan berkepanjangan periode 2026–2030.
Amran menyebut perihal ini berasas besarnya potensi lahan, kelebihan agroklimat, dan kesiapan NTB untuk masuk ke fase hilirisasi pertanian.
NTB mempunyai potensi lahan bawang putih seluas 7.750 hektare nan tersebar di sejumlah kabupaten. Kabupaten Lombok Timur tercatat mempunyai potensi terbesar sekitar 2.500 hektare, disusul Lombok Utara 2.000 hektare, Bima 1.500 hektare, Sumbawa 1.000 hektare, serta Lombok Tengah sekitar 750 hektare. Peta potensi ini menjadi dasar penetapan sasaran tanam, sasaran produksi, serta intervensi kebijakan pemerintah pusat menuju swasembada bawang putih nasional.
Mentan Amran menegaskan bahwa penetapan NTB sebagai wilayah strategis kudu dijawab dengan kerja nyata dan percepatan di lapangan, bukan berakhir pada perencanaan administratif.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja meninjau penyimpanan bibit bawang putih dan perbincangan berbareng petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta jejeran pemerintah wilayah di area Sembalun.
“Yang paling susah dalam hidup adalah mengubah mindset. Kalau mindset berubah, hidup berubah. NTB ini bisa sejahtera jika lahan tidur dibangunkan, pemuda dibangunkan, PPL dibangunkan,” tegas Mentan Amran dalam kunjungannya ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (9/2/2026)
Menurut Mentan Amran, keberhasilan swasembada pangan sangat ditentukan oleh etos kerja, disiplin, dan keberanian bertindak, terutama di level pendampingan petani. PPL diminta datang di lapangan dan menjadi motor penggerak produktivitas.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·