Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Rudana Apresiasi Perhatian Serius Prabowo bagi Museum dan Kebudayaan Indonesia(Dok. Istimewa)
REVITALISASI ebih dari 200 titik museum dan warisan budaya menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 dan Hari Kebudayaan Nasional 2026. Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pelestarian warisan budaya, termasuk percepatan revitalisasi dan penataan museum, cagar budaya, keraton, istana, benteng, serta aset budaya lainnya sepanjang 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam puncak seremoni Hari Museum Indonesia ke-11 dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 di Museum Rudana, Ubud, Bali, Senin (19/10). Mengusung semangat Setanggi Puspa Budaya, aktivitas ini menegaskan pentingnya museum sebagai penjaga warisan sejarah, identitas bangsa, sekaligus ruang pengembangan kebudayaan Indonesia.
Di tengah beragam tantangan nan dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun terakhir, Putu menilai sektor kebudayaan dan permuseuman mempunyai peran krusial dalam pencapaian pemerintah.
“Di tengah beragam tantangan nan dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo selama dua tahun ini, kami memandang sektor kebudayaan dan permuseuman mempunyai peran krusial dan menjadi salah satu mercusuar pencapaian pemerintah. Kami mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto percepatan revitalisasi museum dan kebudayaan Indonesia,” ujar Putu melalui keterangan pers nan diterima, Kamis (22/10).
Revitalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pembenahan bentuk bangunan, tetapi juga mencakup pembaruan narasi sejarah, penataan ruang, serta pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman museum nan lebih edukatif dan menarik bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Putu berambisi perhatian pemerintah terhadap permuseuman dan kebudayaan terus diperkuat melalui kerjasama dengan pengelola museum, seniman, budayawan, dan masyarakat. Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan peninggalan masa lalu, tetapi juga ruang pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan kebudayaan untuk masa depan.
Rumah Kebudayaan Bangsa
Puncak seremoni ini diselenggarakan AMI berbareng Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Museum Rudana of The Rudana Art Institution, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali. Kegiatan tersebut diikuti para tokoh bangsa, budayawan, seniman, serta insan permuseuman.
Masyarakat juga dapat menyaksikan rangkaian aktivitas secara daring melalui Zoom Meeting, kanal YouTube Kementerian Kebudayaan, Indonesiana TV, dan kanal lainnya.
Dalam seremoni tahun ini, AMI mengangkat tema Hari Museum Indonesia ke-11, ialah “Museum Soko Guru Bangsa, Rumah Kebudayaan Kita”. Tema tersebut menegaskan peran museum dalam merawat ingatan kolektif, mengembangkan pengetahuan, serta memperkuat jati diri bangsa.
Putu, nan memimpin The Rudana Art Institution nan menaungi museum, galeri, yayasan, dan beragam inisiatif kebudayaan, menuturkan bahwa kebesaran sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan dan pencapaian material. Kemampuan menjaga kebudayaan serta meneruskan nilai-nilai luhur lintas generasi juga menjadi bagian krusial dalam membangun peradaban.
Puncak seremoni Hari Museum Indonesia dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 turut diisi sejumlah agenda kebudayaan, mulai dari pidato kebudayaan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, pagelaran seni “Huni-Jnana-Hana” persembahan ISI Bali, hingga pameran tunggal berjudul “GUWUNG SUWUNG”.
Pagelaran “Huni-Jnana-Hana” memberikan ruang bagi mahasiswa dan family besar ISI Bali untuk menampilkan karya seni di lingkungan Museum Rudana. Sementara itu, pameran “GUWUNG SUWUNG” menghadirkan perjalanan imajinatif dan perenungan artistik Wayan Kun Adnyana dalam membaca warna, bentuk, ruang, dan perubahan waktu.
“Melalui puncak seremoni ini, AMI berambisi museum semakin dikenal sebagai rumah kebudayaan berbareng nan terbuka bagi masyarakat. Upaya memuliakan kebudayaan, merawat warisan leluhur, dan menjaga kesinambungan antargenerasi diharapkan terus memperkuat identitas serta keberlanjutan peradaban Indonesia,” pungkas Putu. (I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·