Ilustrasi(Dok Istimewa)
SPEKTRUM Literasi Demokrasi (SLD) menggelar Sarasehan berjudul 'Solidaritas Nasional Untuk Indonesia Tangguh' di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Diskusi ini di gelar sebagai bentuk komitmen kolektif kalangan pemuda dan mahasiswa dalam merespon gejolak tindakan massa hari ini.
Koordinator Forum Pemuda Indonesia Raya alias FPIR Fauzan Ohorella, menyebut, tindakan demonstrasi dari beragam komponen terus meningkat di sejumlah wilayah sampai di Jakarta. Fauzan menilai, bahwa tindakan ini adalah bagian dari sosial kontrol nan umum ketika ada persoalan pada jalannya pemerintahan.
"Saya rasa ini adalah perihal nan wajar ketika kita sebagai masyarakat merasa ada persoalan pada tata kelola pemerintahan. Ini reaksi nan berangkat dari keresahan publik saat ini." ujar Fauzan.
Fauzan juga menyinggung, bahwa rumor nan mencuat soal Reformasi Jilid 2 tidak relevan dan sangat tendensi untuk mengacaukan stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, rumor tersebut bukan bagian dari perjuangan aspirasi mahasiswa.
"Kita kudu bisa menjaga Solidaritas Nasional pemerintahan Prabowo Gibran. Dari obrolan ini, kita kudu jadi pesan bagi golongan nan mau mendeligitimasi Soliditas pemerintah hari ini," tandas Fauzan.
Pada kesempatan itu, Staf Khusus Wakil Menteri Tenaga Kerja (Stafsus Wamenaker) Wawan Sugiyanto turut menjelaskan soal rumor sejumlah perusahaan besar nan mau keluar dari Indonesia serta ribuan PHK nan bakal dilakukan oleh perusahaan.
"Hal itu tidak murni kesalahan pemerintah. Kita juga terus mendorong soal kesejahteraan golongan Buruh. Tetapi nan mesti di pahami, bahwa permintaan dari pekerja kudu juga kudu menyesuaikan dengan kapabilitas perusahaan. Saya rasa ini nan jadi triger bagi rumor ini," jelas Wawan Sugiyanto.
Lebih lanjut, Wawan juga menegaskan, bahwa penguatan sektor UMKM kudu terus di tingkatan, sebagai bentuk ekonomi kerakyatan. Menurutnya, bahwa soal lapangan kerja tidak melulu berbentuk perusahaan nan besar.
"UMKM juga bagian dari lapangan kerja. Maka itu, pemerintah kudu lebih menguatkan sektor UMKM sebagai sel-sel ekonomi kerakyatan. Karena lapangan kerja tidak spesifik kudu perusahaan nan besar," kata Wawan.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·