Ahli FKM UI: 60 Persen Penyakit Berkaitan dengan Polusi Udara

Sedang Trending 20 menit yang lalu
 60 Persen Penyakit Berkaitan dengan Polusi Udara GURU Besar sekaligus pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof. Budi Haryanto.(Dok. Antara)

GURU Besar sekaligus pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof. Budi Haryanto, mengungkapkan kebenaran mengkhawatirkan mengenai akibat jelek kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyebut bahwa sekitar 60 persen dari seluruh penyakit nan ada saat ini berangkaian erat dengan paparan polusi udara.

"Penyakit mengenai polusi udara dari seluruh penyakit itu sekitar 60 persen," ujar Prof. Budi dalam aktivitas International Council on Clean Transportation (ICCT) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Angka ini jauh melampaui persentase penyakit nan disebabkan oleh aspek lingkungan lainnya. Sebagai perbandingan, Prof. Budi menjelaskan bahwa penyakit nan berangkaian dengan sanitasi buruk, kualitas air minum, hingga masalah saluran pencernaan seperti diare, hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total kasus penyakit.

Dampak Paparan Jangka Panjang

Menurut Prof. Budi, sebagian besar penyakit akibat polusi udara muncul lantaran paparan polutan dalam jangka panjang. Berbeda dengan makanan alias minuman nan bisa dipilih, udara adalah kebutuhan primer nan masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan secara terus-menerus tanpa henti.

Ia merinci sejumlah polutan rawan seperti sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx). Ketika zat-zat ini masuk ke saluran pernapasan, dampaknya tidak hanya berakhir di paru-paru, tetapi dapat menyebar ke beragam organ vital lainnya.

"Itu semuanya kita masukin dalam tubuh lewat kita bernapas, nan tanpa bisa memilih, tanpa berhenti," imbuhnya. Dampak sistemik dari polutan tersebut meliputi gangguan pada:

  • Kulit dan paru-paru.
  • Aliran darah dan tulang.
  • Sistem reproduksi dan organ pencernaan.
  • Sistem saraf hingga kegunaan otak.

Beban Biaya Kesehatan Triliunan Rupiah

Tingginya nomor kejadian penyakit akibat polusi udara ini juga berakibat langsung pada beban finansial negara. Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2023 menunjukkan bahwa klaim biaya pengobatan untuk penyakit pernapasan mencapai nomor nan fantastis.

Data Pembiayaan BPJS Kesehatan untuk Penyakit Pernapasan:

  • Rawat Jalan: Rp431 miliar untuk 1,1 juta kasus.
  • Rawat Inap: Rp13,3 triliun untuk 1,7 juta kasus.

Data tersebut mempertegas urgensi langkah pencegahan dan penanggulangan polusi udara secara masif. Upaya memperbaiki kualitas udara dinilai menjadi kunci utama dalam menekan nomor kesakitan masyarakat sekaligus mengurangi beban pembiayaan kesehatan nasional. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia