Ada Ancaman PHK di Pabrik Minuman Kemasan Efek Ledakan Harga Plastik

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha air minum dalam bungkusan (AMDK) mulai resah dengan naiknya nilai bahan baku plastik nan dapat berkapak ke produk AMDK, baik dalam bungkusan galon, botol plastik maupun gelas plastik.

Ketua Umum Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara), Karyanto Wibowo mengatakan kenaikan nilai bahan baku plastik sudah berakibat serius kepada industri AMDK, lantaran kemasannya kebanyakan tetap menggunakan plastik.

"Kenaikan nilai bahan baku plastik saat ini sangat berakibat signifikan terhadap industri AMDK, lantaran nyaris seluruh bungkusan AMDK menggunakan plastik, terutama polyethylene terephthalate (PET) resin untuk botol, high-density polyethylene (HDPE) untuk galon, serta polypropylene (PP) untuk tutup dan label," kata Karyanto kepada CNBC Indonesia, Senin (13/4/2026).

Ia mengaku, nilai bahan plastik sudah mengalami kenaikan sekitar 25% hingga 70%, apalagi ada nan naik mencapai 100%, membikin biaya produksi membengkak hingga 45%.

"Harga PET resin dan bahan plastik pendukung lainnya telah melonjak antara 25% hingga 70%, apalagi mencapai 100% untuk beberapa jenis material sejak awal April 2026. Akibatnya, biaya produksi AMDK secara keseluruhan meningkat antara 35% hingga 45%," lanjutnya.

Seorang visitor berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Seorang visitor berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seorang visitor berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Karyanto menambahkan, plastik menjadi komponen biaya produksi tertinggi setelah air.

"Plastik merupakan komponen biaya produksi terbesar kedua setelah air itu sendiri, sehingga kenaikan ini tidak dapat lagi diserap sepenuhnya oleh produsen," jelasnya.

Dampaknya, kenaikan nilai produk mulai terjadi di tingkat peritel, adanya penurunan volume produksi, dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Terkait kenaikan nilai produk, pihaknya belum dapat merinci lantaran tetap dihitung olehnya.

"Dampak nan sudah terlihat, ialah mulai terjadinya penyesuaian nilai jual di tingkat ritel, kelangkaan bahan baku di beberapa daerah, penurunan volume produksi, terutama pada UMKM AMDK, dan ancaman PHK massal nan mengintai ribuan tenaga kerja di sektor ini," ujarnya.

Ia pun prihatin dengan kondisi saat ini, di mana AMDK sendiri seakan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

"Kami sangat prihatin lantaran AMDK merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk mendapatkan air minum nan kondusif dan higienis," ucapnya.

(chd/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News