921 Hektare Lahan di Bromo Terbakar Selama 9 Hari, Cuaca Jadi Kendala Pemadaman

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Pemadaman api di area Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto: Dok. BPBD Jatim

Kebakaran lahan di Gunung Bromo belum juga padam. Sudah hari ke-9 tim campuran berupaya memadamkan api nan muncul sejak Selasa (3/8). Titik api apalagi sudah mencapai empat wilayah kabupaten nan berada di wilayah area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan, pemadaman tetap terus dilakukan dan difokuskan di dua area ialah area Dingklik, nan masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, serta area P30 nan berada di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Tim campuran dibagi 2 grup untuk melakukan penanganan darat di area Pusung Duwur wilayah Dingklik, di bagian atas dan bagian bawah. Kemudian dari arah Ngadas Probolinggo tetap terpantau kepulan asap di wilayah P30," kata Satriyo Nurseno, saat dikonfirmasi pada Rabu (12/8).

Kendala angin kencang tetap aspek utama susahnya pengendalian api dari darat. Petugas mencatat hembusan angin berkecepatan antara 5-37 kilometer per jam, dengan diselimuti asap dan titik api nan berada di tebing kemiringan.

"Untuk hambatan pertama memang medan nan terjal sehingga menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api dan angin nan kencang membikin api sigap meluas. Selanjutnya, cuaca nan kurang mendukung, berkabut dan kepulan asap nan cukup tebal mempengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water bombing," jelasnya.

Dari hasil rapat koordinasi, Satriyo juga menjelaskan, pengambilan air untuk water boombing dilakukan di Danau Ranupani dan Ranu Regulo. Pemilihan dua sumber air ini agar lebih dekat, dan mulai menyusutnya debit air di Danau Ranupani.

"Posko personel berlokasi di wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di samping Bromo Hillside, sebagai pusat koordinasi operasi di lapangan. Sementara itu, pengambilan air untuk mendukung operasi water bombing dilaksanakan di Ranu Pani dan Ranu Regulo," ungkap dia.

Pemadaman api di area Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto: Dok. BPBD Jatim

Total dari kalkulasi sementara tim BPBD, area nan terbakar mencapai sekitar 921,42 hektare, info ini tetap berkembang dalam proses pendataan ulang. Area nan terbakar didominasi jenis vegetasi pinus gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar

"Wilayah terdampak kebakaran rimba saat ini meluas ke arah wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan," ucapnya.

Di sisi lain, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza Sastranegara, pemadaman menggunakan helikopter di area Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, hanya dapat dilakukan dengan satu helikopter.

"Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan operasi selama beberapa hari terakhir, hambatan utama dalam aktivitas water bombing adalah kondisi nol jarak pandang (zero visibility) alias pada cuaca, sehingga helikopter tidak dapat melanjutkan operasi lantaran aspek keselamatan penerbangan kudu menjadi prioritas utama," ujar Marsma TNI Reza Sastranegara, saat rapat koordinasi.

Pemadaman api di area Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto: Dok. BPBD Jatim

Saat ini ketiga helikopter baik dari BNPB dan milik TNI AL dikerahkan untuk pendinginan titik api di wilayah Pakis Bincis, Dingklik, nan masuk area Kabupaten Pasuruan dan P30 nan masuk area Probolinggo. Di titik-titik itulah dari pengawasan helikopter lain, tetap terpantau titik api nan aktif kembali.

"Selain itu, sempat muncul titik api baru di area Penanjakan, sehingga ketiga helikopter bakal melaksanakan operasi pembasahan (wetting) dan water bombing pada lokasi-lokasi tersebut," tukasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan