CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan saat ini terdapat sekitar 140 juta sepeda motor nan beredar di Indonesia, dengan penjualan tahunan mencapai sekitar 6 hingga 7 juta unit.
Rosan mengungkapkan, penjualan sepeda motor listrik tetap relatif rendah, ialah hanya sekitar 60.000 hingga 70.000 unit per tahun alias sekitar 1 persen dari total penjualan.
“Yang membeli motor listrik kurang lebih hanya 60 sampai 70 ribu, jadi hanya 1 persen. Jadi jika kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial,” sebut Rosan dalam sambutannya di aktivitas Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Kemudian, Rosan juga memproyeksikan ukuran pasar mencapai sekitar USD 170 miliar. “Oleh karena itu, kurang lebih ada 10 perusahaan nasional nan sudah memenuhi kriteria pemenuhan TKDN,” lanjut Rosan.
Rosan pun mengatakan pemerintah bakal mendorong kerja sama lembaga mengenai untuk membangun standardisasi bergengsi internasional.
“Sehingga kita mempunyai standardisasi internasional. Dan bisa tidak hanya menjadi champion di Indonesia tetapi juga champion di regional apalagi kudu menjadi champion di dunia,” ucap Rosan.
Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di akomodasi produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), pada Kamis (13/8).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan peresmian tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat pembangunan industri motor listrik nasional sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik nan terintegrasi.
Dalam agenda itu, Pras menjelaskan, Prabowo bakal meninjau akomodasi produksi dan exhibition. Presiden juga bakal menerima laporan mengenai pengembangan Molinas, menyaksikan video program, serta memberikan arahan.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·