Rosan: Motor Listrik Nasional Gunakan Baterai Berbasis Nikel

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Motor listrik nasional ALVA. Foto: Zamachsyari/kumparan

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan seluruh Motor Listrik Nasional (Molinas) bakal menggunakan baterai berbasis nikel.

Hal tersebut disampaikan Rosan saat peluncuran Motor Listrik Nasional beserta ekosistem pendukungnya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.

Menurut Rosan, pengembangan Molinas menjadi bagian dari upaya membangun kendaraan listrik nasional dengan memanfaatkan sumber daya nan tersedia di dalam negeri.

"Sesuai dengan pengarahan Bapak Presiden bahwa kita ini kudu mandiri, kita kudu berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap aktivitas ekonomi nan ada di Indonesia. Apalagi kita memandang bahwa untuk kepentingan Molinas ini, semuanya kita ada," ujar Rosan Roeslani di pabrik Electra Mobilitas Indonesia di Bekasi, Kamis (13/8).

Presiden Prabowo Subianto menghadiri agenda peluncuran ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Rosan mengatakan, salah satu komponen utama nan bakal menjadi perhatian dalam pengembangan Molinas adalah baterai. Danantara mendorong penggunaan baterai berbasis nikel untuk seluruh motor listrik nasional.

"Ingredient-nya alias resepnya kita untuk motor listrik nasional ini semuanya ada di kita, Bapak Presiden. Baik terutama kita lihat baterai untuk listrik nasional ini kita bakal sorong secara penuh untuk menggunakan nickel-based. Karena nikel kita ketahui bersama, 46 persen reserve nikel di bumi itu ada di Indonesia," lanjut Rosan.

Menurutnya, pengembangan Molinas juga diarahkan untuk mencakup rantai produksi baterai di dalam negeri. Mulai dari pengolahan nikel hingga pembuatan cell battery dan battery pack.

Motor listrik nasional ALVA. Foto: Zamachsyari/kumparan

Rosan memandang pasar sepeda motor Indonesia menjadi salah satu kesempatan dalam pengembangan kendaraan listrik nasional. Saat ini, populasi sepeda motor di Indonesia disebut mencapai sekitar 140 juta unit, sedangkan penjualan motor baru berada di kisaran 6 juta hingga 7 juta unit per tahun.

"Tetapi nan membeli motor listrik kurang lebih hanya 60 sampai 70 ribu. Jadi hanya 1 persen. Jadi jika kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial," jelasnya.

Rosan mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan motor listrik di Indonesia tetap terbuka. Ia memperkirakan market size industri ini dapat mencapai US$170 miliar.

Presiden Prabowo luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung di Bekasi, Kamis (13/8/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Untuk mengembangkan Molinas, Rosan mengatakan sedikitnya 10 perusahaan nasional nan telah memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bakal dilibatkan. Perusahaan-perusahaan tersebut bakal bekerja sama membangun standar teknis berbareng BUMN, termasuk PT LEN, serta akademisi.

"Sehingga kita mempunyai standarisasi internasional dan bisa tidak hanya menjadi champion di Indonesia, tetapi juga champion di regional, apalagi kudu menjadi champion di dunia, Bapak Presiden," tegas Rosan.

Selain pengembangan produk dan ekosistem produksi, Danantara juga menyiapkan support pembiayaan untuk mendorong masyarakat menggunakan motor listrik. Skema nan disiapkan mencakup suku kembang angsuran nan lebih rendah, tenor lebih panjang, hingga kemungkinan duit muka alias down payment (DP) nol persen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan