Sebanyak 75 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatatkan omzet lebih dari Rp 307 juta melalui Bazar UMKM “Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya” nan diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo di Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya. Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo memperluas akses pasar sekaligus mendorong kemandirian UMKM.
Bazar nan merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pilar Ekonomi tersebut menghadirkan beragam produk unggulan UMKM, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kerajinan, produk kreatif, hingga kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen nan lebih luas.
Direktur Kelembagaan Pelindo, Hendri Ginting, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan faedah ekonomi nan berkepanjangan bagi masyarakat, termasuk di sekitar wilayah operasional Pelindo.
“Bagi Pelindo, pemberdayaan UMKM tidak berakhir pada pemberian bantuan. Kami mau datang dalam prosesnya dengan membuka akses pasar, memperluas kesempatan, sekaligus mendorong UMKM untuk terus meningkatkan kapabilitas usahanya. Tujuan akhirnya adalah agar UMKM bimbingan dapat tumbuh, mandiri, dan mempunyai upaya nan berkelanjutan,” ujar Hendri.
Menurut Hendri, capaian transaksi selama tiga hari penyelenggaraan pagelaran menjadi salah satu parameter besarnya potensi UMKM ketika mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada pasar nan lebih luas.
“Omzet lebih dari Rp 307 juta menunjukkan bahwa ketika UMKM mendapatkan akses pasar, produk nan baik dapat berjumpa dengan konsumennya. Ke depan, pendampingan bakal terus diarahkan agar UMKM tidak hanya bisa meningkatkan penjualan, tetapi juga semakin kuat dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya,” tambah Hendri.
Selain mendorong transaksi penjualan, pagelaran memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada konsumen baru, mendapatkan respons pasar secara langsung, sekaligus memperluas jejaring nan dapat mendukung pengembangan usaha.
Salah satu UMKM bimbingan Pelindo, Ryani, mengatakan support dan pendampingan nan diterimanya memberikan kesempatan bagi pelaku upaya untuk belajar sekaligus memperluas pasar.
“Bagi kami, support Pelindo bukan hanya soal modal alias kesempatan mengikuti bazar. Kami diberi ruang untuk berkembang dan berjumpa dengan pasar. Dari aktivitas seperti ini, kami belajar gimana mengenalkan produk, membaca kebutuhan konsumen, dan meningkatkan kualitas usaha. Kami merasa didampingi untuk betul-betul tumbuh,” ujar Ryani.
Pelindo berambisi faedah program pemberdayaan UMKM dapat terus berkembang setelah pagelaran berakhir, baik melalui ekspansi akses pasar, bertambahnya jejaring usaha, peningkatan kapabilitas pelaku usaha, maupun terbukanya kesempatan untuk menjangkau konsumen nan lebih luas.
“Semangat ‘Merdeka Berkarya, UMKM Berdaya’ kami maknai sebagai semangat untuk membangun kemandirian. Kami mau UMKM semakin percaya diri terhadap produknya, semakin kuat dalam menjalankan usahanya, dan pada akhirnya bisa tumbuh secara berkepanjangan serta memberikan faedah bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Hendri.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·