Jakarta, CNN Indonesia --
Enam personel Basarnas Special Group (BSG) diterjunkan untuk mencari korban nan diduga terjebak di dalam badan KM Virgo Transport 8, Minggu (20/9).
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan seluruh upaya dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
"Kami kerahkan enam personel BSG untuk menyisir bagian dalam kapal. Fokus kami adalah menemukan korban. Kami bakal terus berupaya maksimal, namun keselamatan penyelam tetap menjadi prioritas," kata Syafii dalam keterangannya, Minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Kamajaya melakukan penyisiran sekaligus bakal lego jangkar di sekitar letak kapal untuk mendukung proses penyelaman.
Syafii menyebut operasi SAR terus dilaksanakan dengan melibatkan unsur laut dan tim penyelam di sekitar letak KM Virgo Transport 8 untuk mencari para korban.
Sebelumnya, Basarnas memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap 126 korban KM Virgo 8 nan belum ditemukan. Perpanjangan diumumkan pada hari ketujuh operasi, Sabtu (19/9) malam.
Direktur Operasional Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengatakan keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan operasi SAR dan tim salvage (pengangkatan buntang kapal) nan dikoordinasikan pemilik kapal.
"Hari ini memasuki hari nan ketujuh. Kami menyatakan bahwa operasi ini bakal kami perpanjang menjadi tujuh hari ke depan," kata Yudhi dalam konvensi pers, Sabtu.
Hingga Sabtu malam pukul 21.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 117 korban ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan sembilan orang meninggal dunia.
Masih ada 126 orang nan belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Pada hari ketujuh, tim campuran tidak menemukan korban baru.
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026.
Kapal itu dilaporkan mengalami cuaca jelek dan lenyap kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal ditemukan pada hari nan sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
(dis/isn)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·