Taufik Fajar
, Jurnalis-Minggu, 21 Juni 2026 |09:20 WIB

Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengakui ada halangan pada hari operasi pembangkit (HOP) milik PT PLN (Persero) nan dipicu oleh minimnya suplai batu bara dengan kalori menengah alias sebesar 5.200 kcal/kg GAR.
Kementerian ESDM juga sempat mencatat hanya sekitar 5% nan mempunyai nilai kalori di atas 6.000 kcal/GAR dari total persediaan batu bara nasional sebesar 31 miliar ton, sehingga jika sektor industri berjuntai kuat lini operasionalnya pada batu bara kalori tinggi, maka bakal menakut-nakuti kelangsungan bisnis.
Berikut fakta-fakta kekurangan batu bara untuk pembangkit listrik nan dirangkum Okezone, Minggu (21/6/2026).
1. Bahlil Akui Kekurangan Batu Bara
Bahlil mengakui bahwa persoalan ini tidak terlepas dari kecenderungan menyusutnya kualitas kandungan kalori pada hasil produksi batu bara domestik.
"Itu ada hambatan memang sedikit terhadap batu bara nan medium kalori, nan 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari semakin rendah. Nah ini nan kita lagi cari solusinya, tapi secara nan lainnya enggak ada masalah," ujar Bahlil di Kompleks Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
2. Harga Jual Batu Bara
Dari sisi izin niaga, nilai jual komoditas batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri saat ini tetap merujuk pada ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 70 dolar AS per ton.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·