Peristiwa taksi listrik Green SM terhenti di tengah rel hingga tertabrak alias tertemper KRL mengawali kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Ada sejumlah kebenaran terungkap mengenai peristiwa taksi tertemper KRL tersebut.
Dirangkum detikcom, Selasa (28/4/2026), taksi Green SM itu awalnya terhenti di tengah rel kereta api nan tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi itu kemudian tertemper KRL nan melaju dari Cikarang ke arah Jakarta.
KRL nan terlibat kecelakaan dengan taksi itu terhenti di tengah rel. Warga sekitar kemudian berkumpul untuk membantu pemindahan taksi.
Di sisi lain, ada KRL arah Cikarang nan terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur imbas kejadian antara KRL arah Jakarta dan taksi Green SM. KRL nan terhenti di Stasiun Bekasi Timur inilah nan kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek nan melaju dari arah Jakarta. Kecelakaan itu menyebabkan 15 orang meninggal bumi dan 88 orang terluka.
Berikut lima kebenaran tentang taksi Green SM di kecelakaan kereta Bekasi:
Terhenti lantaran Korsleting
Polisi mengungkap penyebab taksi Green SM berakhir di perlintasan KA Bekasi Timur hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Polisi menyebut taksi tersebut mengalami masalah kelistrikan.
"Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting alias persoalan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Di mana tepat persoalan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kompol Sandhi Wiedyanoe.
Sandhi mengatakan peristiwa itu mengganggu perjalanan KRL lainnya dari arah berlawanan. Saat KRL lain tetap tertahan di Stasiun Bekasi Timur, datang KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi hingga berujung menabrak KRL.
Palang Kereta Buatan Warga
Sandhi mengatakan palang perlintasan kereta api tempat taksi tersebut terhenti dibuat swadaya oleh masyarakat. Pihak kepolisian bakal berkoordinasi dengan KAI mengenai perihal tersebut.
"Kita tidak bisa katakan ini menerobos lantaran di perlintasan ini tidak ada palang pintu kereta api seperti nan kita lihat di sana. Palang pintu dibuat oleh masyarakat secara swadaya, budi baik dari para masyarakat di sini untuk mendukung keselamatan," kata dia.
"Ini nan kelak bakal kita koordinasikan dengan PT KAI ya. Artinya di beberapa tempat memang palang pintu kereta api itu betul-betul krusial sifatnya," ujarnya.
Sopir Taksi Green SM Diamankan Polisi
Sopir taksi Green SM selamat usai tertemper KRL. Saat ini, pengemudi itu sudah diamankan Polres Metro Bekasi Kota untuk diperiksa.
"Sopir taksi selamat. Saat ini sedang diamankan di Polres Metro Bekasi Kota," ujar Sandhi.
Menhub Bakal Evaluasi Operasional Green SM
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka kesempatan mengevaluasi operasional taksi Green SM. Kemenhub mengatakan pertimbangan selalu dilakukan setiap terjadi kecelakaan.
"Setiap terjadi kecelakaan pasti bakal kami lakukan pertimbangan sehingga harapannya kita belajar dari apa nan terjadi kita perbaiki ke depannya," ujar Menhub Dudy Purwagandhi dalam konvensi pers di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4).
Hal itu disampaikan Dudy saat menjawab pertanyaan soal ada tidaknya pertimbangan taksi Green SM. Kemenhub juga bakal mengevaluasi mengenai kebutuhan double-double track di Stasiun Bekasi Timur. Diketahui saat ini, KA jarak jauh dan KRL melintas di jalur nan sama di Stasiun Bekasi Timur.
"Tentunya sebagai bagian pertimbangan kami, double-double track itu ya (masuk evaluasi), termasuk juga elektrifikasi," ujarnya.
Pernyataan Green SM
Pihak Green SM telah buka bunyi mengenai kejadian di Bekasi Timur. Green SM menyatakan mendukung investigasi.
"Saat ini, kejadian tersebut tetap dalam proses investigasi dan belum terdapat konklusi resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas mengenai dengan menyampaikan info nan relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujar Green SM dalam akun IG resminya, Selasa (28/4).
Pihak perusahaan menyatakan berbelasungkawa terhadap peristiwa tersebut. Green SM berambisi korban segera pulih.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada family dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami meletakkan perhatian atas kejadian ini dan berambisi seluruh pihak nan terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," demikian pernyataan Green SM.
"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional nan ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," sambung Green SM.
(haf/haf)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·