
5 Fakta Orang Miskin dan Pengangguran di Indonesia 2026 Turun (Foto: Freepik)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia turun. Data ini sejalan dengan nomor pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai nan 5,29 persen pada kuartal II-2026.
Berdasarkan info BPS, nomor kemiskinan di Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen. Angka ini turun 0,18 persen poin terhadap September 2025 dan menurun 0,40 persen poin terhadap Maret 2025.
Sementara, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta orang miskin dan pengangguran di Indonesia turun, Jakarta, Senin (10/8/2026).
1. Angka Kemiskinan Turun
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, nomor kemiskinan tersebut turun dibanding kondisi September 2025 nan sebesar 8,25 persen.
"Tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen, turun dibanding kondisi September 2025 nan sebesar 8,25 persen," kata Edy dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Rabu (5/8/2026).
2. Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia
BPS melaporkan jumlah masyarakat miskin pada September 2025 mencapai 23,36 juta orang, turun sekitar 430 ribu orang alias menjadi 22,93 juta orang pada Maret 2026.
BPS turut menyampaikan garis kemiskinan nasional nan tercatat Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026. Angka ini naik 4,33 persen dibandingkan September 2025 nan sebesar Rp641.443 per kapita per bulan.
"Namun demikian, BPS menegaskan bahwa garis kemiskinan perlu diterjemahkan dalam konteks rumah tangga, sebab, pada umumnya pengeluaran dilakukan secara berbareng dalam satu rumah tangga seperti sewa rumah, listrik, hingga konsumsi beras," ungkap Edy.
Pada Maret 2026, rata-rata 1 rumah tangga miskin di Indonesia mempunyai 4,62 personil rumah tangga, sehingga garis kemiskinan rumah tangga secara nasional mencapai Rp3.091.866.
Angka ini berbeda antar provinsi, berjuntai pada tingkat harga, pola konsumsi masyarakat, dan rata-rata jumlah personil rumah tangga miskin di setiap provinsi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·