4 Momen Gunungan Duit Triliunan Hasil Rampasan yang Bikin Prabowo Senang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jakarta -

Sekali lagi Presiden Prabowo Subianto disuguhkan duit nan ditata bertumpuk di Kejaksaan Agung (Kejagung). Duit-duit itu hasil rampasan dari sejumlah perkara nan nilainya tak tanggung-tanggung.

"Saya senang jika diundang terus ke aktivitas seperti, tiap undangan lihat secara bentuk Rp 10 triliun," kata Prabowo saat berbincang dengan latar belakang tumpukan duit nan menggunung di Kejagung, Rabu (13/5/2026).

Ini memang bukan kali pertama. Prabowo mengingat-ingat setidaknya sudah 4 kali momentum seperti ini dilakoninya.

"Saya kira ini sudah aktivitas nan kesekian kali. Sudah keempat kali. Keempat kali dengan total penyerahan Rp 40 triliun kurang lebih," katanya.

Kapan saja memang?

1.⁠ ⁠Oktober 2025

Pertama kali tumpukan duit dipamerkan Kejagung saat penyerahan duit pengganti kerugian negara dari kasus korupsi ekspor olahan kelapa sawit CPO dan turunannya pada 20 Oktober 2025. Totalnya mencapai Rp 13,2 triliun.

"Ingat, jika kita lihat ini, ini sama dengan ini sama dengan 8.000 sekolah kita perbaiki, 5 juta nelayan bisa hidup, 5 juta, dengan duit nan ada di sini," kata Prabowo.

Acara ini berjalan di Kejaksaan Agung, pada 20 Oktober 2025. Uang kerugian dari kasus korupsi nan diterima negara mencapai Rp 13.255.244.538.149. Namun total kerugian negara mencapai Rp 17.708.848.926.661.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin (kanan) dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) saat menghadiri penyerahan duit pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025). Kejaksaan Agung menyerahkan duit pengganti kerugian negara senilai Rp13,2 triliun kepada negara dari hasil tindak pidana korupsi pemberian akomodasi ekspor CPO dan turunannya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YUPresiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin (kanan) dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) saat menghadiri penyerahan duit pengganti kerugian negara hasil korupsi minyak kelapa sawit (CPO) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (20/10/2025). Kejaksaan Agung menyerahkan duit pengganti kerugian negara senilai Rp13,2 triliun kepada negara dari hasil tindak pidana korupsi pemberian akomodasi ekspor CPO dan turunannya. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Uang Rp 13,2 triliun itu disita dari 3 perusahaan sekaligus, Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group. Rinciannya untuk Wilmar Group mengembalikan kerugian negara Rp 11,88 triliun. Kemudian Musim Mas Group senilai Rp 1,18 triliun dan Permata Hijau Group senilai Rp 186,43 miliar.

2. Desember 2025

Prabowo juga pernah menghadiri penyerahan hasil pengamanan finansial negara dari penyalahgunaan area rimba senilai Rp 6,6 triliun di Kejagung pada 24 Desember.

Prabowo menyebut duit denda dan perampasan itu dihasilkan dari 20 perusahaan nan ingkar dari kewajibannya. Dia pun menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main menindak para pihak nan melanggar aturan.

"20 perusahaan ingkar tidak mau memenuhi tanggungjawab mereka, nan bisa menyelamatkan hidupnya 100 ribu saudara-saudara kita, dan ini baru ujungnya," ucapnya.

3. April 2026

Prabowo kembali datang dalam aktivitas penyerahan duit rampasan pada 10 April 2026. Kali ini Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Hasil Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap VI senilai Rp 11,4 triliun di kompleks Kejagung, Jakarta.

Prabowo mengaku senang lantaran pemerintahannya sukses menyelamatkan duit negara dengan total Rp 31,3 triliun. Prabowo mengatakan duit ini sukses diselamatkan di kepemimpinannya nan baru 1,5 tahun ini.

"Kita hari ini datang dalam aktivitas penyerahan hasil pengamanan keuangan, dan aset negara serta penagihan denda administratif tahun 2026 sebesar Rp 11.420.104.815.858, saudara-saudara sekalian, ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, bahwa perihal ini terjadi acapkali di dalam pemerintahan nan saya pimpin baru 1,5 tahun ini," ujar Prabowo.

Kejagung serahkan duit Rp 11,4 triliun ke negara. (Rumondang/detikcom)Kejagung serahkan duit Rp 11,4 triliun ke negara. (Rumondang/detikcom) Foto: Kejagung serahkan duit Rp 11,4 triliun ke negara. (Rumondang/detikcom)

4. Mei 2026

Terbaru, hari ini Prabowo menghadiri penyerahan duit hasil rampasan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kejagung. Total duit nan diserahkan pada tahan keempat ini sebesar Rp 10.270.051.886.464.

Triliunan duit sitaan itu ditempatkan dalam plastik cerah berisi pecahan Rp 100 ribu. Adapun dari total tersebut berasal dari denda manajemen senilai Rp 3.423.742.672.359 dan Hasil Satgas PKH untuk Pajak PBB- Non PBB senilai Rp 6.846.309.214.105.

Dia senang dengan aktivitas seperti ini. Dia pun mendapat bisikan soal penyerahan duit rampasan selanjutnya. Dia menduga para koruptor itu sudah kabur.

"Saya dapat bisikan bulan depan bakal ada penyerahan Rp 11 triliun katanya, dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp 39 triliun duit uang nan tidak jelas, para korputor alias para pidana itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia alias sudah meninggal dan uangnya ketinggalan di rekening rekening nggak jelas," kata Prabowo.

"Mungkin dia banyak istri muda, alias piaraan-piaraan, jadi istri-istrinya, mahir warisnya tidak tahu bahwa dia punya duit di bank-bank tersebut, sudah sekian tahun tidak diurus," imbuhnya.

Prabowo mengatakan jika duit itu tidak diurus oleh mahir warisnya, maka duit itu bakal dirampas untuk negara.

(rdp/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News