Sebanyak 25 pengajar Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menerima pendanaan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), terbagi dalam 14 pengajar pada skema penelitian dan 11 pengajar pada skema pengabdian kepada masyarakat. Pengumuman resmi disampaikan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada 9 April 2026 nan lalu.
Secara nasional, lebih dari 50.000 proposal penelitian dan nyaris 10.000 proposal pengabdian masuk melalui platform BIMA Kemendiktisaintek pada siklus pendanaan tahun ini.
Hibah nan disalurkan melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah. Program pengabdian nan masuk dalam pendanaan berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan, edukasi, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISA Yogyakarta, Dinar Mindrati Fardhani menyampaikan bahwa hasil riset dan pengabdian nan didanai diharapkan memberi akibat langsung bagi masyarakat.
"Melalui hibah ini, kami berambisi hasil penelitian tidak hanya berakhir pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Begitu pula dengan program pengabdian, kudu bisa menjawab kebutuhan riil di lapangan," ujar Dinar, dikutip dari rilis, Jumat (10/4).
Adapun hibah penelitian nan diperoleh mencakup bagian kesehatan, teknologi, dan sosial humaniora nan sejalan dengan konsentrasi UNISA sebagai perguruan tinggi berbasis kesehatan. Seleksi dilakukan secara ketat melalui pertimbangan proposal berasas kualitas, relevansi, dan potensi akibat bagi masyarakat.
Dinar menilai capaian ini sebagai parameter meningkatnya daya saing pengajar UNISA di tingkat nasional.
"Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa pengajar UNISA Yogyakarta semakin produktif dalam menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian nan berkualitas. Ini juga mencerminkan kesungguhan kami dalam membangun budaya riset nan kuat dan berdampak," katanya.
Keberhasilan tersebut didukung oleh pendampingan institusional, mulai dari penyusunan proposal hingga proses review internal sebelum diajukan ke seleksi nasional.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·