2 Pesawat Nyaris Tabrakan Keras di Bandara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua pesawat, maskapai Jetstar dan Qatar Airways, nyaris berbenturan di landasan airport tersibuk di Australia, Bandara Sydney. Kejadian berjalan sekitar pukul 07.00 pagi, Minggu.

Juru bicara Jetstar mengatakan awalnya pesawatnya sedang mengikuti petunjuk dari pemandu lampau lintas udara. Namun pilot terpaksa melakukan pengereman "keras" usai memandang pesawat lain berada dalam "jarak sangat dekat".

"Kami telah memulai penyelidikan atas kejadian tersebut," ujar Jetstar dikutip dari The Guardian, Senin (10/8/2026).

Dilaporkan bahwa Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) menyatakan sedang menyelidiki kejadian "nyaris tabrakan" tersebut. Menurut sumber, penyelidikan awal mengindikasikan bahwa kendaraan penarik (tug) nan membawa pesawat Qatar tersebut mungkin tidak mengikuti instruksi.

"Berdasarkan laporan kepada ATSB, pesawat Jetstar A320 sedang bergerak di jalur darat (taxi way) sebelum penerbangan nan dijadwalkan ke Bandara Gold Coast (Queensland, Australia)ketika awak pesawat memandang pesawat Boeing 777 milik Qatar Airways -yang sedang ditarik oleh kendaraan penarik pesawat- berada dalam jarak sangat dekat di jalur penghubung (taxiway) nan bersilangan," kata biro keselamatan tersebut.

"Kedua pesawat berakhir secara mendadak. Seorang personil awak kabin di pesawat A320 mengalami cedera, dan terjadi kerusakan pada sambungan antara roda pendaratan depan (nose gear) pesawat 777 dan kendaraan penarik pesawat," tambahnya.

"Pihak penyelidik bakal mewawancarai awak pesawat, operator kendaraan penarik, dan petugas pemandu lampau lintas udara, serta saksi lainnya, dan meninjau rekaman CCTV."

Sementara itu Jetstar mengatakan seorang awak pesawat memerlukan penanganan medis di letak kejadian. Tidak ada penumpang nan terluka, namun penerbangan tersebut dibatalkan dan para penumpang dialihkan ke agenda penerbangan berikutnya.

Insiden ini terjadi setelah penundaan pada lebih dari 150 penerbangan nan melintasi Sydney pada hari Sabtu. Hal itu terjadi saat airport itu menghadapi masalah kekurangan staf.

Juru bicara airport mengatakan bahwa Airservices Australia, nan mengawasi pengendalian lampau lintas udara, sedang mengelola pengurangan pergerakan lampau lintas udara. Penerbangan di seluruh jaringan bakal terdampak dan penundaan diperkirakan bakal terjadi, kata ahli bicara airport tersebut.

Dua minggu lalu, kejadian nyaris tabrakan lainnya nan melibatkan dua pesawat Qantas terjadi juga di airport Sydney. ATSB sedang menyelidiki kejadian tanggal 27 Juli tersebut, di mana sebuah penerbangan Qantas diizinkan melintasi landasan pacu tepat di depan pesawat lain milik maskapai nan sama nan baru saja mendarat.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News