12,5 Juta Ton Beras RI "Dikuasai" Pihak Ini, Bukan Bulog

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan, stok beras nasional kondusif meski ada potensi kekeringan akibat musim tandus disertai kejadian suasana El Nino. Bahkan, kata dia, dalam kondisi kuat, dan bakal mencapai rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia merdeka.

Selain persediaan beras pemerintah (CBP) nan dikelola Perum Bulog, stok beras RI juga tersebar di sektor komersial, termasuk hotel, restoran, dan katering (Horeka). Menjadikannya salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

"(Stok beras nan ada) di Horeka, itu 12,5 juta ton," ungkap Amran dalam konvensi pers di Auditorium Kementan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

"Ini jika akibat ada El Nino Godzilla itu nggak masalah. Kenapa nggak masalah? Karena stok kita insya Allah 3 hari ke depan 5 juta ton, tertinggi selama republik ini merdeka. Pernah dulu 2,6 juta ton 1984, sekarang nyaris dua kali lipat," katanya.

Cadangan sebesar 5 juta ton tersebut merupakan CBP dikelola oleh Bulog, nan selama ini menjadi instrumen utama stabilisasi pasokan dan harga. Adapun sebagai perbandingan, capaian CBP tertinggi sebelumnya terjadi pada 1984 silam, ialah sebesar 2,6 juta ton.

Selain itu, pemerintah juga mempunyai potensi produksi nan siap dipanen alias standing crop nan jumlahnya tidak kecil.

"Kemudian standing crop kita 11 juta ton, maksudnya standing crop adalah nan tetap ditanam dan tinggal panen," terang dia.

Standing crop sebesar 11 juta ton ini mencerminkan suplai beras nan bakal segera masuk ke pasar dalam waktu dekat, sehingga memperkuat kesiapan tanpa perlu pembukaan lahan baru.

Jika seluruh komponen digabungkan, di mana stok pemerintah, standing crop, dan persediaan di Horeka, maka total daya tahan beras nasional dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang. Disebut-sebut bisa untuk stok selama 11 bulan ke depan.

"Totalnya, bisa untuk stok 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan sedangkan persediaan kita 11 bulan. Artinya lebih dari cukup," tegas Amran.

Dengan komposisi tersebut, struktur penguasaan beras nasional tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga pada sektor komersial nan menyimpan persediaan dalam jumlah besar. Hal ini dinilai menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah potensi gangguan akibat cuaca ekstrem seperti El Nino.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News