Jakarta, CNN Indonesia --
Basarnas mencatat sebanyak 601 kecelakaan kapal terjadi di Indonesia sejak awal Januari hingga Agustus 2026. Rentetan kecelakaan kapal menelan korban meninggal bumi mencapai 239 orang dan 203 orang hilang.
Terbaru, KM Virgo Transport 8 mengalami kejadian terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9). Hingga sekarang tetap dilakukan pemindahan dan pencarian penumpang.
CNNIndonesia.com telah merangkum daftar kecelakaan kapal nan menjadi sorotan tahun 2026:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KM Nurul Salsa
Kapal Motor (KM) Nurul Salsa dilaporkan tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Kapal ini awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA.
Kapal mengalami gangguan mesin saat berada di Pulau Polassi alias sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar, setelahnya kapal tenggelam.
Di tahap awal, Tim SAR kemudian sukses mengevakuasi 49 penumpang termasuk satu orang meninggal bumi pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA. Sementara ada enam orang lainnya sukses diselamatkan oleh kapal nelayan nan berada di sekitar letak kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi.
Namun terjadi simpang siur manifest kapal, rupanya tetap terdapat 24 orang dalam pencarian. Sehingga total penumpang dalam KM Nurul Salsa sebanyak 74 penumpang.
Informasi terbaru per 1 September, sebanyak empat penumpang meninggal bumi dan 14 orang tetap dalam pencarian.
Adapun, Polres Selayar menetapkan nakhoda KM Nurul Salsa, MA (36) sebagai tersangka dalam kecelakaan kapal lantaran dinilai lalai dan menyebabkan penumpang meninggal dunia.
KM Mutiara Sentosa II
Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II mengalami kejadian kebakaran di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8). Kapal ini mengangkut sekitar 250 orang dan berlayar dari Surabaya ke Makassar.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit menjelaskan info awal kebakaran ketika petugas siaga instansi SAR Surabaya menerima berita dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Satu menit kemudian, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut memberikan konfirmasi kepada petugas siaga.
Menurut keterangan pihak perusahaan kapal, awalnya nakhoda sempat melaporkan kebakaran di ujung utara Madura pada pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Namun komunikasi dengan nakhoda terputus dan tidak dapat tersambung lagi.
Akhirnya, tim langsung bergerak memastikan posisi terakhir kapal. Hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 nan berada di sekitar letak kejadian pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
Dilaporkan, terdapat 236 penumpang kapal sukses dievakuasi. Sebanyak 231 penumpang selamat sementara lima orang dinyatakan meninggal dunia.
KMP Putri Yasmin
Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran saat melintas di perairan Pantai Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (12/8) awal hari. Kapal ini terbakar ketika hendak menuju Pelabuhan Lembar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 04.15 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan segera mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi.
Manifest kapal mencatat ada 131 penumpang di antaranya 114 penumpang dan 17 ABK. Namun lagi-lagi terjadi perbedaan info setelah evakuasi. Hasil pemindahan 212 orang selamat 1 meninggal bumi dan 4 tetap dalam pencarian.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkap penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin adalah api nan berasal dari salah satu truk boks nan membawa muatan. Dia juga menyebut ada muatan rawan dan tidak jelas dalam kapal itu.
Upaya pemadaman dengan perangkat pemadam api ringan (APAR) dan sprinkler sudah dilakukan oleh kru KMP Putri Yasmin. Namun ada muatan rawan nan bikin api susah dipadamkan.
Terdapat 105 muatan beragam dalam kapal, beberapa di antaranya sepeda motor, handphone, senapan angin, dokumen, pakaian, konsentrat, dan lain-lain.
KM Virgo Transport 8
Kapal Virgo Transport 8 dikabarkan lenyap kontak pada Minggu (13/9) pukul 02.00 WITA setelah mengalami cuaca jelek dalam perjalanan di sekitar Perairan Masalembo (Laut Jawa).
Setelah mengalami lenyap kontak, Tim SAR langsung menuju letak menggunakan KN SAR Laksmana 241 pada pukul 04.30 WITA.
Sebanyak enam personel dikerahkan menuju titik letak kecelakaan dengan menyantap waktu tempuh sekitar lima jam. Sebab, letak kecelakaan berjarak 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin.
Kondisi terkini kapal nan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin ini dalam keadaan terapung dan tertelungkup.
KM Virgo memuat sebanyak 243 penumpang. Data terakhir melaporkan sebanyak 114 penumpang sukses dievakuasi termasuk enam korban meninggal dunia. Dengan demikian tetap ada 129 korban lainnya nan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
(knf/isn)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·