11 Mobil Damkar Padamkan Kebakaran Rumah Dinas TPU di Jatinegara Jaktim

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - 11 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 55 personel dikerahkan untuk memadamkan kebakaran nan melanda sebuah rumah dinas di area Cipinang Besar, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu malam 31 Mei 2026.

Informasi nan dihimpun dari laman Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Senin awal hari (1/6/2026) menyebutkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa nan dilaporkan penduduk sekitar pukul 21.25 WIB itu.

"Setelah menerima laporan, petugas segera menuju letak dan melakukan upaya pemadaman. Bangunan nan terbakar diketahui merupakan rumah dinas Tempat Pemakaman Umum (TPU)," tulis laporan tersebut, dikutip dari Antara, Senin (1/6/2026).

Berdasarkan keterangan di lokasi, peristiwa bermulai setelah penunggu selesai memasak. Tidak lama kemudian, penduduk memandang kobaran api membesar dari gedung tersebut dan berteriak meminta bantuan.

Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai pada pukul 22.15 WIB.

Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan keadaan darurat melalui jasa pemadam kebakaran terdekat alias Jakarta Siaga 112 untuk mempercepat penanganan.

Warga Ungkap Awal Mula Kebakaran di Gandamekar Bekasi

Sebelumnya, Ferdi (25), penduduk Kampung Rawajulang, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi menyaksikan kobaran api dengan sigap merembet dari area asal kejadian ialah penyimpanan penyimpanan limbah ke rumah penduduk.

"Api dari penyimpanan merembet ke beberapa rumah. Saya belum tahu penyebabnya dari mana tapi penyimpanan itu berisi limbah plastik," kata Ferdi di lokasi, Minggu malam 31 Mei 2026. Dikutip dari Antara.

Api diduga pertama kali muncul dari area penyimpanan lampau dengan sigap merembet ke tiga unit rumah penduduk di sekitar, apalagi turut menghanguskan satu truk nan terparkir di dalam gudang.

Menurut dia, kobaran api mulai terlihat sejak sekitar pukul 17.30 WIB. Warga nan rumahnya terancam segera berupaya menyelamatkan barang-barang berbobot untuk menghindari kerugian lebih besar mengingat api merembet dengan begitu sigap dan langsung menyebar.

"Sudah ada beberapa rumah nan terkena. Tadi penduduk sempat mengamankan barang-barang dari rumah," ujarnya.

Pemadaman Terkendala Objek

Hingga lebih dari dua jam setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran tetap terlihat berjibaku memadamkan kobaran api nan terus membesar akibat banyak material mudah terbakar di dalam gudang.

Komandan Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi Adhi Nugroho menyatakan 12 unit armada dikerahkan untuk memadamkan api nan membakar penyimpanan penyimpanan limbah tersebut.

Selain armada regu pemadam kebakaran (damkar) dari Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, unit damkar support juga datang dari sejumlah sektor, termasuk Damkar Kota Bekasi, pengelola area industri MM2100 serta unsur TNI.

"Awalnya mengerahkan tiga unit dari Mako Cibitung. Karena api cukup besar, kami juga meminta support dari beragam sektor termasuk Damkar Kota Bekasi," katanya.

Ia mengungkapkan proses pemadaman mengalami hambatan lantaran objek nan terbakar merupakan penyimpanan penyimpanan limbah berisi plastik, kain tekstil dan material mudah terbakar lain. Kondisi tersebut membikin api susah dikendalikan serta mempercepat penyebaran kobaran api.

"Saat ini kami tetap terus berupaya memadamkan api nan tetap tersisa di area gudang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Soal penyebab kejadian, biar kelak dari pihak kepolisian nan menjelaskan setelah proses penyelidikan," pungkas dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita