1.269 Kampung Nelayan Ditargetkan Rampung Akhir 2026, Anggaran Rp 10 T

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terbangun pada akhir 2026. Pembangunan ribuan kampung nelayan ini ditaksir memerlukan anggaran Rp 10 triliun.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan pemerintah menargetkan membangun 5.000 kampung nelayan hingga 2029. Pembangunan tersebut dilakukan secara berjenjang dengan rincian 1.269 KNMP terbangun tahun ini, 1.000 KNMP pada 2027, 1.000 KNMP pada 2028, dan sisanya dibangun pada 2029.

Meski begitu, Trenggono tak menyebut pasti berapa total anggaran nan dibutuhkan untuk membangun 5.000 KNMP. Namun untuk pembangunan tahun ini, dia menyebut perkiraan anggaran nan dibutuhkan mencapai Rp 10 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau nan 2026 semestinya ada, hanya nomor persisnya sama, Rp 10 triliun ya jika nggak salah ya, 2026 itu Rp 10 triliun," ungkap Trenggono di KKP, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Trenggono menjelaskan, pembangunan KNMP di beragam wilayah juga mempunyai besaran biaya nan berbeda tergantung tematik lokasi. Untuk KNMP nan berkedudukan sebagai hub, biaya pembangunan KNMP diperkirakan sekitar Rp 8-11 miliar, sementara untuk KNMP sebagai penyangga, biaya pembangunan Rp 3-5 miliar.

"Anggarannya bervariasi lantaran sesuai dengan tematik lokasi, jadi tidak sama. Satu titik ada yang, jika dia hub mungkin sekitar antara Rp 8 miliar sampai Rp 11 miliar, lampau jika dia penyangga kira-kira Rp 3 miliar sampai Rp 5 miliar," jelasnya.

Dalam kesempatan nan sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, mengatakan kampung nelayan nan sudah dibangun baru sebanyak 65 unit. Kemudian bakal diselesaikan lagi pembangunan 35 KNMP.

Pria nan berkawan disapa Zulhas itu menjelaskan, KNMP ini bakal mencakup akomodasi seperti balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, hingga pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Program ini dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendorong Nilai Tukar Nelayan (NTN) nan saat ini berada di level 103.

"Sekarang sudah 65 (KNMP), bakal diselesaikan lagi 35," jelas Zulhas.

Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Butuh Rp 10 T, Rampung Akhir 2026 Foto: Kemenko Pangan

Selain itu, pemerintah juga bakal membangun budi daya tematik di 40.000 letak dan mempercepat revitalisasi tambak di Pantura. Revitalisasi ini bakal dilakukan pada 6.000 tambak nan tidak produktif dan terbengkalai.

Zulhas mengatakan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan NTN ke level 120 pada 2026. Ia menilai, kondisi nelayan saat ini jauh tertinggal dibandingkan petani. Ia membandingkan NTN nelayan nan berada di level 103 dengan Nilai Tukar Petani (NTP) nan sudah mencapai 129.

Menurutnya, NTN di level 103 menunjukkan tingkat kesejahteraan nelayan tetap sangat rendah. Pendapatan nan diperoleh nelayan dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kalau pertanian itu 129, pokok 100 dia bisa untung 29 lebih, 29%, tapi jika nelayan 100 untungnya 3%, nan bangkrut, bukan untung, rugi. Tidak cukup makan, tidak cukup apa-apa. Nah ini kudu kita kerja keras, Menteri Kelautan dan Kementerian Terkait, tentu didukung oleh TNI dan lain-lain, agar nilai tukar ini dari 103 bisa menjadi 120," pungkasnya.

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance