Tukang Bakso di Tasik Dianiaya Usai Diduga Lecehkan Wanita, 4 Orang Tersangka

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Foto: Shutterstock

Tukang bakso berinisial S (48) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap wanita berinisial E (23) di Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4) saat korban tengah makan bakso.

E menuturkan pelaku meraba bagian tubuhnya dari kembali papan kayu. E saat itu duduk di bagian belakang, di dekatnya ada papan pembatas.

“Ada lubang di papan kayu, cukup untuk tiga jari. Dari situ saya merasa ada nan mengelus bagian tubuh saya,” ujarnya.

Menurut E, jika kejadian tersebut terjadi secara tidak sengaja, pelaku semestinya segera menarik tangannya. Namun, nan dia rasakan justru sebaliknya.

“Jarinya tetap bergerak-gerak di lubang itu,” katanya.

Merasa dilecehkan, E langsung menghampiri laki-laki nan dicurigainya. Saat dikonfirmasi, laki-laki tersebut berkilah sedang mencari sandal. Namun, argumen itu dinilai tidak masuk logika oleh korban.

“Katanya papan kayunya lentur. Masa kayu bisa lentur begitu?” ucapnya.

E sempat menelusuri identitas pelaku dari orang-orang di sekitar sana, termasuk ke pihak keluarga. Namun ciri-ciri nan disampaikannya dibantah.

“Katanya tidak ada nan pakai kacamata, padahal nan saya lihat jelas pakai,” tuturnya.

Tak lama kemudian, laki-laki nan dicurigai terlihat, namun sudah dengan tampilan berbeda. Dia memakai baju koko dan sarung, serta melepas kacamata.

Didampingi kekasihnya, E mengaku sempat meluapkan emosi dengan memarahi laki-laki tersebut. Ia lampau memilih pergi dari lokasi.

Terduga Pelaku Pelecehan Jadi Korban Penganiayaan

Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutter Stock

Tuduhan pelecehan seksual dibantah oleh S. Kuasa norma S, Windi Harisandi, menilai tuduhan terhadap kliennya tidak berdasar karena kejadian tersebut berjalan di tempat terbuka dengan aktivitas jual beli nan ramai.

“Sulit diterima secara logika jika itu terjadi di situasi ramai,” ujarnya.

Windi mengatakan, S justru menjadi korban penganiayaan mengenai tuduhan pelecehan seksual itu. S disebut mengalami penganiayaan di dua letak berbeda, termasuk di sebuah rumah di area Benda.

Menurut Windi, S apalagi mengaku mengalami penyiksaan, seperti dioles balsem dan cabai, serta dipaksa mengakui perbuatan nan menurutnya tidak pernah dilakukan.

“Bahkan dipaksa membikin video pengakuan,” kata Windi.

Penjelasan Polisi

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengatakan pihaknya mendalami dua kasus tersebut. Dugaan pelecehan nan dilakukan S, maupun kasus penganiayaan nan dialami S.

“Semua tetap kami verifikasi, baik dugaan cabul maupun dugaan kekerasannya,” ujarnya.

4 Orang Jadi Tersangka Penganiayaan

Ilustrasi tersangka pelecehan seksual. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Hasil penyelidikan polisi mengungkap penganiayaan terhadap S memang terjadi. Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka oleh interogator Satreskrim Polres Tasikmalaya, Selasa (21/4).

“Iya, sudah ditetapkan tersangka untuk kasus penganiayaan. Ada empat orang, hasil gelar perkara,” ujar Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, kepada wartawan.

Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci peran masing-masing tersangka. Proses investigasi tetap terus melangkah guna melengkapi bangunan perkara.

Dalam kasus ini E juga diperiksa. Namun statusnya tetap sebagai saksi.

“Untuk nan wanita tetap dalam pendalaman,” kata Herman.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan