Yogurt Beku vs Es Krim: Mana yang Lebih Sehat? Cek Fakta Nutrisinya

Sedang Trending 21 jam yang lalu
 Mana nan Lebih Sehat? Cek Fakta Nutrisinya Ilustrasi(Magnific)

Yogurt kaku alias frozen yogurt sering kali dipromosikan sebagai pengganti nan lebih sehat dibandingkan es krim. Dengan klaim rendah kalori dan bebas lemak, banyak orang beranjak ke hidangan ini saat sedang menjalani program diet. Namun, apakah secara nutrisi yogurt kaku betul-betul lebih unggul, ataukah ini hanya strategi pemasaran?

Perbedaan Kandungan Lemak

Perbedaan mendasar antara kedua hidangan penutup ini terletak pada kandungan lemaknya. Scott A. Rankin, guru besar pengetahuan pangan di University of Wisconsin-Madison, menjelaskan bahwa standar es krim di Amerika Serikat wajib mengandung setidaknya 10 persen lemak dari bahan susu pasteurisasi.

Sebaliknya, yogurt kaku umumnya hanya mempunyai kandungan lemak sekitar 3-4 persen, apalagi bisa lebih rendah pada jenis bebas lemak. Produk ini dibuat dari susu fermentasi nan mengandung mikroba hidup untuk mengubah gula menjadi masam laktat, memberikan rasa masam nan khas. Namun, Chris Loss dari Cornell University mengingatkan bahwa banyak produk yogurt kaku saat ini telah melalui proses pengolahan tinggi dengan tambahan pemanis nan signifikan.

Risiko Gula Tambahan dan Jebakan Topping

Meskipun yogurt kaku mempunyai lemak jenuh nan lebih rendah, Michelle Routhenstein, seorang mahir diet di New York City, menyoroti adanya kandungan gula tambahan nan tinggi. Gula ini sering ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa masam alami yogurt agar lebih diterima di lidah konsumen.

Konsumsi gula tambahan dalam jangka panjang, baik dari es krim maupun yogurt beku, dapat memicu akibat glukosuria jenis 2 dan obesitas. Selain itu, untung kalori rendah pada yogurt kaku sering kali lenyap akibat pemilihan topping nan tidak bijak. Penambahan taburan manis seperti cokelat alias permen dapat dengan sigap meningkatkan total kalori hingga setara alias apalagi melampaui es krim biasa.

Catatan Probiotik: Klaim faedah kuman baik (probiotik) pada yogurt kaku belum terbukti sepenuhnya. Maria Marco dari University of California menjelaskan bahwa faedah kuman dari susu fermentasi belum tentu memperkuat dalam kondisi beku, ditambah lagi minimnya izin ketat mengenai jumlah kultur kuman hidup dalam produk tersebut.

Kesimpulan: Mana nan Harus Dipilih?

Para mahir sepakat bahwa baik yogurt kaku maupun es krim berada pada posisi nan setara dalam konteks kesehatan umum. Tidak ada nan bisa dikategorikan sebagai "makanan kesehatan" murni. Jika Anda mencari faedah nutrisi original dari yogurt, para mahir menyarankan untuk mengonsumsi yogurt tawar (plain yogurt) biasa.

Faktor penentu kesehatan sebenarnya bukan pada jenis hidangannya, melainkan pada:

  • Kontrol Porsi: Mengonsumsi dalam jumlah nan wajar.
  • Pemilihan Topping: Memilih buah segar dibandingkan taburan manis.
  • Frekuensi: Menjadikannya sebagai camilan sesekali, bukan asupan harian.

Menikmati yogurt kaku alias es krim untuk kesenangan emosional adalah perihal nan wajar, selama dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Sumber: The New York Times

Aspek Es Krim Yogurt Beku
Kandungan Lemak Minimal 10% Rata-rata 3-4%
Kandungan Gula Tinggi Seringkali lebih tinggi (untuk imbangi rasa asam)
Probiotik Tidak ada Ada, namun jumlah kuman hidup tidak pasti

FAQ Operasional

Apakah yogurt kaku kondusif untuk diet?
Aman jika dikonsumsi tanpa topping berlebihan dan dalam porsi terkontrol. Namun, tetap perhatikan kandungan gula tambahannya.

Mana nan lebih baik untuk kesehatan jantung?
Yogurt kaku mempunyai lemak jenuh lebih rendah, nan lebih baik untuk jantung, namun kandungan gulanya tetap kudu diwaspadai lantaran dapat memicu peradangan jika berlebihan.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia