Medan, CNN Indonesia --
Polrestabes Medan membongkar sebuah home industry alias pabrik rumahan vape liquid mengandung narkotika yang menggunakan bungkusan bergambar boneka Labubu.
Industri rumahan tersebut dikelola oleh seorang penduduk negara asing (WNA) asal Singapura berbareng kekasihnya di sebuah rumah kos mewah di Jalan Flores, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha mengatakan WN Singapura nan ditangkap berinisial TM. Sedangkan kekasihnya penduduk Indonesia berinisial MWQ. Keduanya ditangkap pada Senin 17 Mei 2026. Sedangkan rekan mereka inisial R tetap dalam pengejaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi si MWQ ini tugasnya memasak, mengolah bahan. Dia meletakkan vape tadi di resepsionis di kosan. Dan untuk pemasaran tetap dikendalikan tadi oleh TM dan R nan sedang kita kejar," kata Kompol Rafli Yusuf Nugraha saat rilis kasus narkoba di Polrestabes Medan, Kamis (11/6).
Menurut Rafli, TM dan MWQ berkenalan melalui aplikasi kencan pada 2025. Awalnya, TM memberikan vape mengandung narkotika kepada MWQ untuk dicoba. Dari situ, keduanya kemudian mulai terlibat dalam upaya peredaran vape narkoba di Indonesia.
"Awalnya kekasihnya diberikan vape narkoba untuk coba-coba. Pada saat itu mungkin vape belum ada undang-undang nan mengatur langsung. Nah di 2025 si TM tadi sudah membawa peralatan haram itu akhirnya mulai addict, mulai ketergantungan dan berpikirlah mereka untuk mengedarkannya di Indonesia," jelasnya.
Polisi mengungkap bahwa pasangan tersebut kemudian mendirikan home industry vape narkoba di tempat tinggal mereka. Bahan baku didatangkan dari luar negeri melalui jasa ekspedisi internasional sebelum diolah dan dikemas untuk diedarkan di wilayah Medan dan sekitarnya.
"Mereka menggunakan ekspedisi nan cukup terkenal ataupun internasional. Inilah bahan-bahan nan warna hijau, oren, bahan-bahan mentah ataupun siap olah. Setelah produknya jadi lampau diedarkan di Medan," ucapnya
Kompol Rafli menjelaskan letak produksi dipilih secara unik lantaran mempunyai sistem keamanan berlapis. Untuk memasuki area kos, kudu melewati beberapa tahapan akses, mulai dari pengenalan wajah (face recognition), akses sidik jari (fingerprint), hingga kata sandi
"Untuk menembus kos tersebut ada tiga akses mulai face recognition dan saat masuk di kos itu, semua jaringan down. Saat menuju bilik menggunakan fingerprint, minimal banget password, ya. Selain sinyal enggak ada dan di kosan mewah itu nan notabene 1 bulan biaya kosnya saja mencapai Rp5 sampai Rp7 juta," sebutnya.
Terkait penggunaan merek Labubu pada bungkusan vape, polisi menduga perihal itu merupakan strategi pemasaran nan dibuat sendiri oleh para pelaku. Namun motif pasti penggunaan nama dan kreasi tersebut tetap didalami.
"Dalam penggerebekan, petugas menemukan beragam bahan baku, perangkat produksi, bungkusan bermerek Labubu, serta sejumlah peralatan bukti lain nan digunakan untuk menunjang aktivitas produksi," sebutnya.
Selain mengamankan peralatan produksi, polisi juga menyita bahan baku nan tersimpan di dalam brankas dan koper di lokasi. TM sendiri ditangkap di salah satu hotel di Kota Medan saat diduga hendak memasok kembali bahan baku untuk produksi berikutnya.
Dalam menjalankan upaya ilegalnya, para tersangka menggunakan metode transaksi digital berbasis cryptocurrency, termasuk Bitcoin, guna menyamarkan aliran biaya dan menghindari pelacakan.
"Mereka menggunakan transaksi kripto atau Bitcoin untuk mengelabui petugas. Namun kami tetap dapat mengungkap jaringan ini," kata Rafli.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi memperkirakan untung nan diperoleh para tersangka sejak 2025 mencapai sekitar Rp10 miliar. Saat ini interogator tetap memburu tersangka berinisial R dan mendalami kemungkinan adanya jaringan lain nan terlibat dalam produksi maupun pengedaran vape narkoba tersebut.
"Mereka tidak menggunakan transfer dan segala macam, mereka sudah bertransaksi menggunakan kripto ataupun Bitcoin untuk mengelabui petugas. Mereka boleh mencari celah tapi kami pastikan kami bakal tutup ruang mereka. Keuntungan kita pastikan dari 2025 perkiraan sampai Rp10 miliar," tutupnya.
(fnr/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·