Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya peran aktif Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban lingkungan. Hal ini krusial untuk mendukung kelancaran beragam program pembangunan nasional.
Menurutnya, kondisi lingkungan nan kondusif dan kondusif menjadi prasyarat agar program strategis pemerintah nan menyentuh masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan dapat melangkah efektif.
"Program-program prioritas pemerintah nan datang hingga desa dan kelurahan seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan beragam agenda pembangunan masyarakat memerlukan lingkungan nan aman, tertib, dan kondusif," kata Wiyagus saat Apel Akbar Satlinmas dan Pengukuhan Aslinmas Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan tertulis Kemendagri, Wiyagus mengatakan potensi satlinmas sebagai kekuatan sosial kemasyarakatan sangat besar.
Saat ini terdapat 1.253.758 personel Satlinmas nan tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kekuatan tersebut turut didukung oleh 469.076 pos keamanan lingkungan (poskamling) nan tersebar di beragam desa dan kelurahan.
Menurutnya, ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas) tidak hanya berangkaian dengan aspek keamanan, tetapi juga menjadi fondasi krusial bagi keberhasilan pembangunan. Lingkungan nan tertib dan kondusif bakal memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan beragam program secara optimal.
"Dengan kata lain, trantibumlinmas nan kuat bukan hanya mendukung keamanan, tetapi ini juga menjadi salah satu fondasi agar pembangunan dapat melangkah dengan baik," kata Wiyagus.
Ia juga berambisi Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Indonesia nan baru dikukuhkan dapat menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapabilitas dan profesionalitas personel Satlinmas di seluruh Indonesia. Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang berhimpun, tetapi juga mendorong pertukaran pengalaman, pengembangan inovasi, serta penguatan jejaring antaranggota
(sur)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·