Anggie Ariesta
, Jurnalis-Selasa, 14 April 2026 |13:37 WIB

Kunjungan visitor Taman Nasional (TN) Komodo hanya 1.000 orang mulai 1 April 2026. (Foto :Okezone.com/National Geographic)
JAKARTA — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjelaskan pemberlakuan kuota maksimum kunjungan visitor di Taman Nasional (TN) Komodo nan mulai bertindak penuh per 1 April 2026. Ia memastikan kebijakan tersebut merupakan hasil proses panjang nan terukur dan telah melalui tahap persiapan intensif sejak tahun lalu.
Raja Juli menjelaskan, inisiasi pembahasan kuota tersebut telah dilakukan sejak Mei 2025 melalui serangkaian obrolan golongan terpumpun (FGD) berbareng para pemangku kepentingan dan asosiasi pelaku upaya wisata di Labuan Bajo.
“Pembatasan kuota visitor telah diinisiasi sejak lama, jadi tidak tergesa-gesa. Bahkan persiapannya telah dilakukan sejak Mei 2025,” kata Raja Juli dalam rapat kerja berbareng Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Kebijakan pembatasan ini diambil sebagai corak tanggung jawab negara dalam melestarikan ekosistem TN Komodo nan merupakan kediaman satwa liar darat dan laut, sekaligus tempat tinggal masyarakat lokal.
Pembatasan kuota tersebut secara spesifik hanya diberlakukan pada tiga destinasi utama serta titik-titik penyelaman di sekitarnya.
“Kami laporkan bahwa konsentrasi pembatasan kuota visitor dilakukan hanya pada tiga destinasi wisata, ialah Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo, termasuk 23 letak penyelaman di sekitarnya,” lanjut Raja Juli.
Pemerintah menetapkan kuota maksimal kunjungan sebesar 1.000 orang per hari. Untuk mengatur alur wisatawan, kuota tersebut dibagi ke dalam tiga sesi waktu, ialah Sesi I pukul 05.00–08.00 WIB, Sesi II pukul 08.00–11.00 WIB, dan Sesi III pukul 15.00–18.00 WIB.
“Sehingga jumlah kuota visitor per tahun bakal mencapai 365.000 orang,” ujar Menhut.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Balai Taman Nasional Komodo Hendrikus Rani Siga sebelumnya mengatakan nomor 1.000 orang per hari tersebut didasarkan pada kajian mendalam sejak 2018 berbareng P3E Bali Nusra dan WWF.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·