Wilayah Kanto Jepang Diterjang Hujan Es, Tokyo Siaga

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Wilayah Kanto Jepang Diterjang Hujan Es, Tokyo Siaga ilustrasi(Japan Times)

Wilayah Kanto di sekitar Tokyo, Jepang, dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat nan disertai petir dan angin besar hujan es pada Jumat (13/6). Fenomena ini dipicu oleh pergerakan massa udara dingin nan sangat kuat di atas wilayah utara dan timur Jepang.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa kondisi atmosfer saat ini menjadi sangat tidak stabil. Berdasarkan info pemantauan, curah hujan mencapai 50 milimeter tercatat di Kota Fuchu, Tokyo, dalam satu jam hingga pukul 14.00 waktu setempat. Sementara itu, Kota Hanno di Prefektur Saitama mencatat curah hujan 43 milimeter pada periode satu jam nan berhujung pukul 13.00.

Peringatan Level 3 dan Risiko Bencana

Menanggapi situasi tersebut, otoritas cuaca telah mengeluarkan peringatan hujan lebat level 3 untuk beberapa wilayah di Tokyo, termasuk Kota Tachikawa dan Koganei. Awan hujan nan tebal dilaporkan terus bergerak ke arah timur, membawa potensi cuaca jelek ke wilayah nan lebih luas.

Hujan lebat diprediksi bakal meluas mulai dari Hokkaido di utara Jepang hingga wilayah Tokai di Jepang tengah. Pejabat cuaca memperingatkan bahwa beberapa wilayah kemungkinan besar bakal menghadapi curah hujan hingga 50 milimeter per jam.

Peringatan Keselamatan:

  • Waspada banjir di wilayah dataran rendah dan luapan sungai nan tiba-tiba.
  • Waspada potensi tanah longsor, sambaran petir, dan hujan es.
  • Waspada hembusan angin kencang mendadak, termasuk akibat tornado.

Imbauan bagi Masyarakat

JMA menekankan bahwa cuaca cerah dapat berubah secara tiba-tiba menjadi ekstrem. Masyarakat diimbau untuk segera mencari perlindungan di dalam gedung nan kokoh jika memandang tanda-tanda mendekatnya awan badai, seperti bunyi guntur alias embusan angin dingin nan mendadak.

Selain akibat keselamatan jiwa, cuaca ekstrem ini juga berakibat pada aksesibilitas, di mana sejumlah ruas jalan dilaporkan mulai tergenang banjir. Pihak berkuasa terus memantau pergerakan massa udara dingin ini guna memberikan pembaruan info secara berkala kepada publik. (NHK/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia