WHO Ungkap 8 Kasus Hantavirus Andes, Bisa Menular Antar Manusia?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan delapan orang nan terinfeksi dalam pandemi hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah dinyatakan positif terinfeksi virus Andes, satu-satunya jenis virus nan dapat menular antarmanusia.

"Delapan kasus telah dikonfirmasi secara laboratorium terinfeksi virus Andes (ANDV), dua kasus diklasifikasikan sebagai kasus nan kemungkinan terinfeksi, dan satu kasus tetap belum pasti serta sedang menjalani tes lanjutan," kata badan kesehatan PBB tersebut dalam pembaruan terbarunya mengenai pandemi tersebut, mengutip AFP, Kamis (14/5/2026).

Tiga orang dari kapal tersebut telah meninggal sejak kapal itu berlayar dari Argentina pada 1 April untuk melakukan pelayaran melintasi Samudra Atlantik. Dua dari korban telah dikonfirmasi terinfeksi virus Andes, dan nan ketiga terdaftar sebagai kasus "kemungkinan", menurut WHO.

Hantavirus biasanya menyebar melalui urin, feses, dan air liur hewan pengerat nan terinfeksi.

Tidak ada vaksin alias pengobatan unik untuk penyakit langka ini. Semua kasus nan diketahui dalam pandemi saat ini adalah orang-orang nan berada di atas kapal pesiar tersebut.

Kasus nan terdaftar sebagai "belum pasti" adalah seorang penumpang asal Amerika Serikat nan telah dipulangkan ke negaranya, nan "saat ini tidak menunjukkan gejala" dan sedang menjalani tes lanjutan setelah mendapatkan satu hasil positif dan satu hasil negatif, kata WHO.

WHO mempertahankan penilaiannya terhadap akibat kesehatan masyarakat dari pandemi ini pada tingkat "sedang" bagi mereka nan berada di kapal dan "rendah" bagi sisa dunia.

Asal mula pandemi ini tetap belum diketahui. WHO menyatakan bahwa jangkitan awal terjadi sebelum pelayaran, lantaran korban pertama, seorang laki-laki Belanda berumur 70 tahun, mulai menunjukkan indikasi pada 6 April, sementara masa inkubasi virus adalah satu hingga enam minggu.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News