Polisi menangkap pelaku pembacokan nan menewaskan seorang pelajar berjulukan Gionaldo Abraham Dandel (18) di Jalan Sumatera, Kecamatan Gubeng, Surabaya.
Pelaku berjulukan Mochammad Nabil (22) penduduk Kelurahan Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Ia ditangkap di Desa Pekol Pasarenan, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 08.00 WIB.
"Pelaku penganiayaan tersebut sukses diamankan lampau dibawa ke Polrestabes Surabaya beserta peralatan bukti untuk proses investigasi lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, saat dikonfirmasi, Minggu (21/6).
Edy menjelaskan, peristiwa ini bermulai saat adanya konvoi para suporter merayakan ulang tahun salah satu klub sepak bola pada Kamis (18/6) sekitar pukul 00.30 WIB.
Di letak kejadian, rombongan pelaku berhadapan dengan rombongan korban. Kedua rombongan itu kemudian berbeda dan terjadi cekcok adu mulut.
"Pada saat itulah terjadi keributan dan menurut pelaku dikarenakan dalam kondisi terdesak kemudian mengeluarkan sebilah celurit dan menyabetkan ke rombongan korban nan akhirnya mengenai tangan salah satu korban hingga menyebabkan meninggal dunia," ungkap Edy.
Edy menyampaikan, pelaku saat itu berangkat berbareng rombongan konvoi sekitar 10 motor berboncengan. Pelaku disebut memang sudah membawa senjata tajam dari rumahnya.
"Mengaku membawa sajam dari rumah. Nabil naik motor RX-King sendiri. Setelah kejadian di TKP, Nabil berjumpa temannya naik motor KLX diantar pulang," ungkap dia.
Adapun peralatan bukti nan diamankan polisi, ialah video rekaman pelaku membawa senjata tajam, helm dan busana milik pelaku, serta satu buah senjata tajam jenis celurit.
Kini pelaku telah ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 458 ayat (1) dan alias Pasal 262 ayat (4) dan alias Pasal 466 ayat (3) KUHP.
Cerita Kakak Korban
Sebelumnya, kakak korban, Sonya Cantika, mengatakan awalnya korban pergi berbareng kakak ketiganya berinisial D untuk mengikuti seremoni ulang tahun klub sepak bola.
Mereka melintas di Jalan Sumatera dan memandang adanya pertikaian. Kemudian, korban beriktikad membantu seseorang nan jatuh dari sepeda motor di tengah-tengah keributan tersebut. Namun, korban justru menjadi sasaran pembacokan oleh seseorang nan tak dikenal.
"(Detailnya) kurang tahu, hanya katanya ada nan bikin onar, terus jatuh nan bikin onar. Kemudian adik saya maunya itu melerai, membela, tapi malah nan bikin onar itu, malah bawa senjata tajam, terus adik saya iya (kena sasaran)," ujar Sonya.
Sonya belum mengetahui pasti luka nan dialami oleh adiknya tersebut. Usai peristiwa pembacokan, korban langsung dibawa ke RS Ubaya, namun nyawanya tak tertolong.
Pihak family lampau membawa korban ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses visum.
"Sempat dirawat RS Ubaya. Saya kurang tahu, lukanya kayaknya di tangannya, lantaran mungkin keluar banyak darah," ucapnya.
Selain adiknya, kata Sonya, kawan korban berinisial B juga mengalami luka bacok di bagian punggung.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·