Waspada Usus Buntu pada Anak, Kenali Gejalanya dan Perbedaan dengan Sakit Perut Biasa

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Waspada Usus Buntu pada Anak, Kenali Gejalanya dan Perbedaan dengan Sakit Perut Biasa Ilustrasi(magnific)

SAKIT perut merupakan keluhan nan sangat umum dialami oleh anak-anak. Namun, orangtua diminta untuk tidak meremehkan kondisi tersebut, terutama jika muncul karakter nyeri nan spesifik. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K), mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap indikasi usus buntu alias appendicitis akut.

“Sakit perut ini merupakan keluhan nan umum pada anak, artinya cukup sering dialami. Kita sebagai master anak ataupun orang tua kudu hati-hati jika sakit perut itu ada karakteristik-karakteristik nan khusus,” ujar Himawan dalam sebuah seminar daring IDAI, dikutip Kamis (3/9).

Mengenal Pola Klasik Usus Buntu

Himawan menjelaskan bahwa pada anak nan lebih besar, remaja, maupun orang dewasa, usus buntu biasanya menunjukkan pola indikasi nan klasik. Kondisi ini umumnya diawali dengan penurunan nafsu makan nan drastis, diikuti dengan munculnya rasa nyeri di area tengah perut, seperti di sekitar pusar alias ulu hati.

Setelah rasa sakit di bagian tengah muncul, pasien biasanya bakal mengalami muntah. Barulah kemudian rasa sakit tersebut beranjak secara spesifik ke perut kanan bawah, sesuai dengan letak anatomi usus buntu.

Gejala nan Menyerupai Penyakit Lain

Meski ada pola klasik, Himawan menegaskan bahwa indikasi usus buntu pada anak tidak selalu seragam. Seringkali, keluhannya menyerupai penyakit lain sehingga susah dibedakan secara kasat mata oleh orang tua.

Beberapa kondisi nan mempunyai indikasi mirip dengan usus buntu antara lain:

  • Infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis).
  • Sembelit alias konstipasi.
  • Infeksi saluran kemih (ISK).

Tanda Bahaya nan Wajib Diwaspadai

Orangtua perlu memperhatikan intensitas nyeri nan dirasakan anak. Jika nyeri semakin berat, terutama saat anak bergerak, berjalan, alias meloncat, perihal tersebut merupakan sinyal kuat adanya peradangan pada usus buntu. Selain itu, rasa sakit nan sangat kuat saat perut disentuh alias ditekan ringan juga kudu menjadi perhatian serius.

“Muntah nan muncul setelah sakit perutnya itu ada. Itu juga kudu hati-hati. Sakit perut nan disertai demam itu juga kudu hati-hati,” tambahnya.

Berikut adalah ringkasan perbedaan dan tanda ancaman nan perlu diperhatikan orang tua:

Karakteristik Gejala Usus Buntu (Appendicitis)
Lokasi Nyeri Berawal di tengah (pusar/ulu hati), lampau pindah ke kanan bawah.
Urutan Gejala Nafsu makan turun > Sakit perut > Muntah.
Pemicu Nyeri Sakit bertambah saat bergerak, berjalan, meloncat, alias ditekan ringan.
Kondisi Fisik Demam, tampak sakit berat, lemas, condong tidur, alias merintih.

Himawan menyarankan agar orangtua segera membawa anak ke akomodasi kesehatan andaikan menemukan tanda-tanda ancaman tersebut. Penanganan awal sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut akibat peradangan usus buntu pada anak. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia