Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menyerahkan temuan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada abdi negara penegak hukum.
Politikus Gerindra itu mengklaim kepolisian bakal menyelidiki dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan diduga menjadi penyebab keracunan.
"Pidana alias tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak abdi negara penegak hukum," kata Sudaryono mengutip detikcom, Kamis (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Ia menyatakan sudah ada dua kasus keracunan MBG nan naik ke penyidikan.
"Sejauh ini laporan nan kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur nan kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada nan sudah naik penyidikan," imbuhnya.
"Nah, apakah ada nan tersangka alias tidak, kita serahkan kepada hasil investigasi alias penyelidikan oleh abdi negara penegak norma di lapangan. Gitu kira-kira," tambahnya.
Sudaryono mengatakan pihaknya tengah beres-beres tata kelola MBG dari kepemimpinan sebelumnya. Ia mengaku drop saat mengetahui ada temuan kasus keracunan baru-baru ini.
"Kami pastikan kami berupaya keras, ya, bagaimana.. Kami tadi sudah, sudah jelaskan juga di dalam. Dari kasus keracunan nan ada itu jika kita breakdown, itu 80-90% tuh lantaran tidak alim SOP," ucapnya.
Sudaryono mengaku terpukul dengan temuan keracunan MBG di sejumlah wilayah. Ia berjanji bakal memperbaiki tata kelola MBG secara menyeluruh.
"Beberapa hari terakhir ini kemudian tersebar buletin adanya keracunan di Sidoarjo, di Agam, kemudian tadi di mana? Di Lasem ya, ini di Rembang ya. Ini tentu saja kami sangat, sangat terpukul sebetulnya. Tapi ini dan kami tidak boleh menyerah. Insyallah ini kami, kita perbaiki semua tata kelolanya," imbuhnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·