Perubahan cuaca ekstrem saat tandus meningkatkan akibat tipes.(Dok. Magnific)
MUSIM kemarau sering kali dianggap sebagai periode nan kondusif dari penyakit, namun perubahan cuaca ekstrem antara siang dan malam justru dapat menurunkan daya tahan tubuh. Kondisi ini, ditambah dengan keterbatasan air bersih di beberapa wilayah, meningkatkan akibat penularan demam tifoid alias tipes nan disebabkan oleh kuman Salmonella Typhi.
Berdasarkan info World Health Organization (WHO), demam tifoid tetap menjadi ancaman kesehatan dunia dengan perkiraan 9 juta orang terinfeksi dan 110.000 kematian setiap tahunnya.
Meski cuaca bukan penyebab langsung, suhu panas mempercepat kerusakan makanan, sementara kelangkaan air bersih memperburuk sanitasi, nan menjadi jalur utama penyebaran kuman melalui makanan dan minuman nan terkontaminasi.
Gejala tipes sering kali muncul secara berjenjang dan kerap disalahartikan sebagai demam biasa. Masyarakat diminta mewaspadai tanda-tanda seperti demam tinggi nan terus-menerus, tubuh lemas, sakit kepala, nyeri perut, mual, hingga gangguan pencernaan seperti diare alias sembelit.
WHO memperingatkan bahwa tanpa penanganan medis nan tepat, jangkitan ini dapat memicu komplikasi serius seperti perdarahan alias perforasi usus.
Tantangan pengobatan saat ini semakin berat dengan munculnya resistensi antibiotik. WHO melaporkan bahwa kuman Salmonella Typhi mulai kebal terhadap beberapa jenis antibiotik standar, apalagi ditemukan strain extensively drug-resistant (XDR) di sejumlah negara.
Oleh lantaran itu, penggunaan antibiotik kudu berasas resep master dan dihabiskan sesuai petunjuk untuk mencegah penderita menjadi carrier kronis.
Langkah Pencegahan Tipes Selama Kemarau:
- Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Mengonsumsi makanan nan dimasak matang dan air minum dari sumber aman.
- Menyimpan makanan dengan betul agar tidak terkontaminasi.
- Menjaga hidrasi dan daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi.
- Melakukan vaksinasi tifoid bagi golongan berisiko.
Jangan meremehkan demam nan berjalan lebih dari tiga hari, terutama jika disertai lemas dahsyat dan gangguan perut. Segera lakukan pemeriksaan ke akomodasi kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan akurat.
Kedisiplinan dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan tipes di tengah perubahan cuaca saat ini. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·