Waspada Puncak Kemarau, BNPB Ungkap Penyebab Karhutla di 4 Wilayah

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Waspada Puncak Kemarau, BNPB Ungkap Penyebab Karhutla di 4 Wilayah Petugas campuran berupaya memadamkan kebakaran rimba di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026).(ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) melanda empat kabupaten nan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Maluku sepanjang periode 8–10 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh titik api telah sukses dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, seluruh kebakaran telah sukses dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa. Total lahan nan terdampak dari empat kejadian tersebut diperkirakan mencapai 11,5 hektare.

Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, karhutla terjadi di sekitar puncak Bukit Pindul, Dukuh Girisono, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Senin (10/8) sekitar pukul 00.09 WIB. Kebakaran diduga dipicu pembakaran serasah dan menghanguskan sekitar dua hektare lahan.

"BPBD Kabupaten Klaten berbareng relawan penanggulangan bencana, Masyarakat Peduli Api (MPA), Perhutani, dan penduduk melakukan pemadaman. Api sukses dikendalikan sekitar satu jam setelah kejadian dan kondisi dinyatakan selesai pada pukul 01.15 WIB," ungkap Abdul, Rabu (12/8). 

Sementara itu, kebakaran di Gunung Bungkuk, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terjadi pada Minggu (9/8). Kebakaran meliputi wilayah Desa Mategal dan Desa Bungkuk dengan luas lahan terdampak sekitar lima hektare. Penyebab kebakaran tetap dalam penyelidikan.

Pemadaman dilakukan BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Magetan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta penduduk menggunakan peralatan manual. Api sukses dipadamkan pada hari nan sama sekitar pukul 23.00 WIB.

Kebakaran juga terjadi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, pada Minggu (9/8). BNPB menduga kebakaran berasal dari sisa pembakaran sampah nan tidak diawasi hingga api meluas. Sekitar dua hektare lahan terdampak dalam kejadian tersebut.

Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, karhutla terjadi di area bukit sepanjang Lorong Afghanistan hingga Jalan Pendopo, Dusun Waililan, Negeri Bula, Kecamatan Bula, Sabtu (8/8). Kebakaran dipicu kondisi semak belukar nan mengering akibat kemarau berkepanjangan dan diperparah angin kencang.

Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 2,5 hektare. Upaya pemadaman menghadapi hambatan medan perbukitan nan menanjak dan susah dijangkau. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur akhirnya sukses memadamkan api pada Senin (10/8) sekitar pukul 22.35 WIT.

Merespons kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama musim kemarau. Kondisi vegetasi dan lahan nan kering dinilai membikin api lebih mudah menyebar.

BNPB meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

"Masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan," beber dia. 

BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan keberadaan titik api alias indikasi kebakaran kepada abdi negara maupun BPBD setempat agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan dari lingkungan sekitar dinilai krusial untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
(P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia