Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Aceh, mempercepat pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) nan salah satu fokusnya diperuntukkan bagi memulihkan lahan pertanian nan terdampak musibah pada akhir tahun lalu.
Optimalisasi TKD dilakukan agar sawah nan rusak dapat kembali ditanami dan produktivitas petani tetap terjaga. Percepatan jadi semakin mendesak, lantaran Nagan Raya telah memasuki musim tanam dengan sejumlah lahan tetap dalam fase pemulihan, termasuk di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Untuk itu, Pemkab Nagan Raya menyelaraskan pemanfaatan tambahan TKD dengan support anggaran Kementerian Pertanian (Kementan), Penyelarasan program ini diperlukan agar anggaran dapat diarahkan secara tepat kepada lahan nan paling memerlukan penanganan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah awal nan perlu dituntaskan mencakup pemutakhiran info kerusakan, penetapan letak prioritas, penyelesaian persyaratan administrasi, dan penyusunan rencana pekerjaan.
Data nan jeli membantu pemda menentukan corak penanganan, mulai dari pembersihan material, rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, hingga penyediaan sarana produksi pertanian.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh, Firdaus mengatakan, realisasi anggaran support pertanian di Provinsi Aceh telah mencapai 49,2 persen alias sekitar Rp253,5 miliar dari pagu Rp515,2 miliar. Capaian itu terus ditingkatkan untuk mempercepat program pertanian di triwulan ketiga.
"Realisasi aktivitas kita baru sekitar 49 persen. Kami mengharapkan kabupaten dan kota segera menyelesaikan persoalan nan menyebabkan keterlambatan proses manajemen lantaran anggaran ini sudah berada di kabupaten," kata Firdaus.
Firdaus menegaskan, pemerintah wilayah (Pemda) perlu proaktif menyampaikan setiap halangan pelaksanaan. Menurutnya, percepatan tidak hanya berjuntai pada kesiapan anggaran, tetapi juga pada kesiapan Pemda mengeksekusi program di lapangan.
Kebutuhan percepatan itu tidak terlepas dari luasnya akibat musibah terhadap sektor pertanian Aceh. Berdasarkan info Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian nan dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, luas sawah terdampak dilaporkan mencapai 57.171 hektare, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, berat, hingga lahan nan lenyap diterjang bencana.
Bagi masyarakat Nagan Raya, sawah menjadi sumber penghasilan family sekaligus penopang kesiapan pangan daerah. Karena itu, pemanfaatan TKD perlu difokuskan pada upaya mengembalikan lahan ke kondisi produktif secepat mungkin, tanpa mengabaikan ketepatan manajemen dan akuntabilitas anggaran.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mendukung langkah Pemkab Nagan Raya. Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menegaskan percepatan pemulihan sawah dibutuhkan untuk menjaga produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.
"Kita kudu memikirkan gimana pemulihan lahan sawah dan pertanian ini dapat dilakukan sesegera mungkin sehingga tidak mengganggu produksi pertanian maupun ketahanan pangan Nagan Raya ke depan," ujar Imran.
Sebagai penguatan koordinasi daerah, Satgas PRR juga mendorong pembentukan posko kabupaten agar info kerusakan, penyelenggaraan program, hambatan lapangan, dan aspirasi masyarakat dapat dikelola melalui satu pintu.
(rea/rir)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·