Pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan seluruh penerbangan rute Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap melangkah normal setelah musibah gempa bumi di Pulau Flores, NTT. Tidak ada pembatalan penerbangan dari dan ke bandara-bandara di area NTT.
“Sehubungan dengan gempa nan terjadi di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) pagi, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan jasa kebandarudaraan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali melangkah secara normal dan optimal,” terang Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, dalam keterangannya pada Sabtu (15/8).
Rute NTT nan dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah rute Labuan Bajo dan Tambolaka dengan sejumlah maskapai nan melayani secara langsung (direct flight) dan transit.
Rute Labuan Bajo setiap harinya berangkat (depart) sebanyak 9 kali dan datang (arrival) 8 kali. Sementara rute Tambolaka melayani keberangkatan sebanyak 3 kali dan kehadiran sebanyak 2 kali.
Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga turut menyampaikan rasa empati dan keprihatinan atas musibah musibah alam nan dialami penduduk masyarakat di wilayah Nagekeo dan sekitarnya.
Gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo mengguncang wilayah NTT. Pusat gempa nan terjadi pada pukul 04.58 WIB tersebut berada 30 kilometer Timur Laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
Berdasarkan perkembangan situasi terakhir, BMKG telah menyatakan peringatan awal tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir. Dilaporkan sebanyak 33 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat musibah tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·