Waspada Golden Age, Orang Tua Harus Disiplin Pantau Grafik Pertumbuhan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Waspada Golden Age, Orang Tua Harus Disiplin Pantau Grafik Pertumbuhan Orang tua kudu rutin memantau kurva pertumbuhan anak.(Dok. Magnific)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya pemantauan rutin tumbuh kembang anak melalui kurva pertumbuhan selama masa 1.000 hari pertama kehidupan alias golden age. Hal ini krusial untuk mendeteksi awal adanya penyimpangan sebelum berakibat permanen pada kualitas hidup anak di masa depan.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, menjelaskan bahwa pertumbuhan bentuk dan perkembangan kegunaan tubuh adalah dua proses nan tidak terpisahkan. Melalui seminar media berjudul "Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Melalui Kurva" pada Selasa (4/8), dia menyebut pemantauan bermaksud agar anak tetap mempunyai kesempatan mencapai potensi genetiknya.

“Pertumbuhan berangkaian dengan ukuran tubuh seperti berat dan tinggi badan, sedangkan perkembangan berangkaian dengan kematangan fungsi. Keduanya kudu dipantau secara rutin agar intervensi bisa segera dilakukan jika ditemukan masalah,” ujar Dr. Trisna.

Dua tahun pertama kehidupan menjadi periode paling menentukan lantaran 80 persen perkembangan otak terjadi pada masa ini. Angka tersebut terus meningkat hingga 95 persen pada usia enam tahun. Dr. Trisna merinci bahwa enam bulan pertama sangat krusial bagi perkembangan sensorik, sementara usia dua hingga tiga tahun merupakan masa kritis pembentukan sinaps otak.

IDAI menyoroti kesalahan umum orang tua nan seringkali hanya konsentrasi pada nomor berat badan tanpa memperhatikan arah garis pada kurva pertumbuhan. Menurut Dr. Trisna, tanda awal growth faltering alias perlambatan pertumbuhan terlihat jika garis pada kurva mulai mendatar, menurun, alias memotong garis persentil ke bawah.

“Jika garis pertumbuhan mendatar, itu sinyal awal masalah. Penyebabnya bisa lantaran asupan nutrisi kurang alias jangkitan berulang. Gangguan ini biasanya diawali dengan kondisi underweight, lampau wasting, dan jika dibiarkan lama bakal berujung pada stunting,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, orang tua diimbau rutin memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta membawa anak ke posyandu alias akomodasi kesehatan. Selain nutrisi dan imunisasi, aspek lain seperti aktivitas fisik, tidur cukup, stimulasi tepat, serta menghindari paparan gawai pada anak di bawah dua tahun menjadi kunci pendukung tumbuh kembang optimal. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia